
Seseorang yang melakukan diet dengan baik. (Magnific/ARTcreator_98)
JawaPos.com - Intermittent fasting (IF) menjadi salah satu metode diet yang bisa dicoba untuk membantu mengatur pola makan dan mengelola berat badan. Metode ini berbeda dari diet pada umumnya karena lebih menekankan pengaturan waktu makan dan puasa daripada membatasi jenis makanan tertentu.
Meski demikian, menjalani diet IF tidak cukup hanya dengan menahan lapar selama beberapa jam. Pemilihan jadwal makan, asupan nutrisi, dan kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan agar tubuh mendapatkan zat gizi yang cukup selama menjalani pola makan tersebut.
Bagi pemula yang tertarik mencobanya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengenal metode intermittent fasting sekaligus menyesuaikannya dengan rutinitas sehari-hari.
1. Pilih Metode yang Sesuai
Langkah pertama adalah memilih metode intermittent fasting yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh. Setiap metode memiliki perbedaan dalam durasi puasa, waktu makan, maupun pembatasan asupan kalori. Berikut beberapa metode IF yang perlu diketahui sebelum mulai menjalankannya.
Metode 16:8 membagi waktu sehari menjadi 16 jam berpuasa dan delapan jam untuk makan. Sebagai contoh, seseorang dapat mengatur waktu makan mulai pukul 11.00 hingga 19.00, kemudian berpuasa sampai pukul 11.00 keesokan harinya.
Metode 14:10 mengatur waktu puasa selama 14 jam dan waktu makan selama 10 jam. Misalnya, seseorang dapat makan mulai pukul 09.00 hingga 19.00, lalu melanjutkan puasa sampai pukul 09.00 keesokan harinya.
Metode 5:2 membagi pola makan dalam satu minggu menjadi lima hari makan seperti biasa dan dua hari dengan pembatasan asupan kalori. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa asupan pada hari pembatasan umumnya dibatasi sekitar 500-600 kalori.
Metode ini dilakukan dengan berpuasa selama 24 jam penuh sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu. Misalnya, berhenti makan setelah sarapan dan kembali makan pada waktu sarapan keesokan harinya. Namun, puasa selama ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, kelelahan, mual, dan sulit berkonsentrasi sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati.
Setiap metode IF memiliki aturan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pilih metode yang sesuai dengan kondisi tubuh dan rutinitas sehari-hari agar lebih mudah dijalani.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022