Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 01.09 WIB

8 Panduan Diet Intermittent Fasting untuk Pemula

Seseorang yang melakukan diet dengan baik. (Magnific/ARTcreator_98) - Image

Seseorang yang melakukan diet dengan baik. (Magnific/ARTcreator_98)

JawaPos.com - Intermittent fasting (IF) menjadi salah satu metode diet yang bisa dicoba untuk membantu mengatur pola makan dan mengelola berat badan. Metode ini berbeda dari diet pada umumnya karena lebih menekankan pengaturan waktu makan dan puasa daripada membatasi jenis makanan tertentu. 

Meski demikian, menjalani diet IF tidak cukup hanya dengan menahan lapar selama beberapa jam. Pemilihan jadwal makan, asupan nutrisi, dan kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan agar tubuh mendapatkan zat gizi yang cukup selama menjalani pola makan tersebut.

Bagi pemula yang tertarik mencobanya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengenal metode intermittent fasting sekaligus menyesuaikannya dengan rutinitas sehari-hari.

1. Pilih Metode yang Sesuai 

Langkah pertama adalah memilih metode intermittent fasting yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh. Setiap metode memiliki perbedaan dalam durasi puasa, waktu makan, maupun pembatasan asupan kalori. Berikut beberapa metode IF yang perlu diketahui sebelum mulai menjalankannya. 

  • Metode 16:8 

Metode 16:8 membagi waktu sehari menjadi 16 jam berpuasa dan delapan jam untuk makan. Sebagai contoh, seseorang dapat mengatur waktu makan mulai pukul 11.00 hingga 19.00, kemudian berpuasa sampai pukul 11.00 keesokan harinya.

  • Metode 14:10

Metode 14:10 mengatur waktu puasa selama 14 jam dan waktu makan selama 10 jam. Misalnya, seseorang dapat makan mulai pukul 09.00 hingga 19.00, lalu melanjutkan puasa sampai pukul 09.00 keesokan harinya.

  • Metode 5:2

Metode 5:2 membagi pola makan dalam satu minggu menjadi lima hari makan seperti biasa dan dua hari dengan pembatasan asupan kalori. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa asupan pada hari pembatasan umumnya dibatasi sekitar 500-600 kalori. 

  • Metode Eat-Stop-Eat

Metode ini dilakukan dengan berpuasa selama 24 jam penuh sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu. Misalnya, berhenti makan setelah sarapan dan kembali makan pada waktu sarapan keesokan harinya. Namun, puasa selama ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, kelelahan, mual, dan sulit berkonsentrasi sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati.

Setiap metode IF memiliki aturan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pilih metode yang sesuai dengan kondisi tubuh dan rutinitas sehari-hari agar lebih mudah dijalani.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore