
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar
JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapat alokasi anggaran Rp 1,93 triliun untuk menjalankan program dan kegiatan pada 2027. Dari jumlah tersebut, Rp 509 miliar secara khusus dialokasikan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk mengawasi keamanan pangan bagi anak sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam pelaksanaan MBG.
Pengawasan dilakukan melalui pencegahan, penelusuran dan tindak lanjut perbaikan, serta surveilans melalui sampling dan pengujian.
"Ada anggaran atau tidak ada anggaran, kita wajib hukumnya melaksanakan tugas dan fungsinya BPOM,” kata Taruna, Jumat (18/9).
Dari total anggaran Rp 1,93 triliun, sebanyak 67,79 persen dialokasikan untuk belanja operasional, termasuk gaji, tunjangan, serta operasional dan pemeliharaan kantor. Sementara 32,21 persen digunakan untuk belanja nonoperasional, termasuk Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) MBG dan pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.
Dalam pengawasan MBG, BPOM akan melakukan pendampingan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), edukasi dan pembudayaan keamanan pangan, serta pencegahan berbasis risiko. BPOM juga memperkuat kapasitas unit pelaksana teknis (UPT) di daerah.
Sementara penelusuran dan tindak lanjut perbaikan mencakup investigasi insiden, penelusuran rantai pasok, tindakan koreksi, serta pengawasan pascatemuan. Adapun surveilans dilakukan melalui kegiatan sampling dan pengujian untuk memastikan keamanan pangan berbasis data.
Namun begitu, Taruna menjelaskan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya, anggaran untuk tugas pokok dan fungsi BPOM pada 2027 mengalami penurunan sekitar Rp 700 miliar.
“Salah satu solusi untuk hal ini adalah dengan menambah anggaran BPOM. Namun, jika tidak bisa ditambah, BPOM dapat mengajukan usulan realokasi anggaran Rp 509 miliar,” tuturnya.
Untuk memperkuat pelaksanaan pengawasan obat dan makanan, BPOM mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun. Tambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan, mengoptimalkan perlindungan masyarakat, serta mendukung peningkatan daya saing industri nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022