
Ilustrasi korban keracunan makanan. (Dok.Dadang Kurnia/JawaPos.com)
JawaPos.com - Para guru tampaknya perlu mulai mengetahui langkah pertolongan pertama ketika anak mengalami keracunan makanan, terutama di tengah kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Penanganan awal yang tepat penting dilakukan sembari memastikan anak segera mendapat pertolongan medis jika menunjukkan tanda bahaya.
Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Yogi Prawira, SpA, Subsp ETIA(K), mengingatkan agar anak tidak dibiarkan menunggu lokasi kejadian jika mengalami gejala berat. Keterlambatan membawa anak ke fasilitas kesehatan (faskes) dapat meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius.
Salah satu tanda keracunan makanan yang kentara, kata dr. Yogi, anak harus segera dibawa ke faskes apabila mengalami muntah terus-menerus hingga tidak mampu minum.
Tanda bahaya lainnya yakni buang air besar (BAB) berdarah, diare lebih dari tiga hari, demam tinggi, serta tanda dehidrasi. Kondisi tersebut dapat terlihat dari frekuensi buang air kecil yang sangat berkurang, mulut kering, dan tubuh lemas.
"Anak sulit dibangunkan atau tampak bingung, kesadarannya disorientasi, ada kejang, ada gejala saraf, kelemahan anggota gerak, pandangan kabur, sulit menelan, atau bayi berusia di bawah tiga bulan yang demam," kata dr Yogi, Senin (14/9).
Menurutnya, anak dengan gejala tersebut tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kalau terlambat dibawa ke faskes ini lebih berbahaya dibandingkan jenis kuman penyebabnya," tuturnya
Adapun bila anak sudah terlanjur keracunan makanan, dr Yogi menjelaskan ada sejumlah langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan guru atau orang di sekitar anak ketika terjadi keracunan makanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022