
Ilustrasi Olahraga Maraton. (Dok. Run 4 FFWPU/Pexels)
JawaPos.com - Berolahraga memang menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung Namun, olahraga yang dilakukan secara berlebihan ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung. Salah satu contoh olahraga yang berlebihan adalah ful maraton.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Island Hospital Penang, Malaysia, Dr. Ma Soot Keng, mengatakan bahwa aktivitas fisik memang tetap lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali. Namun, ia mengingatkan bahwa olahraga dengan intensitas yang berlebihan atau over exercise tidak baik bagi kesehatan.
"Sedikit olahraga itu bagus. Lebih banyak olahraga masih oke. Tapi over exercise tidak baik. Namun, itu tetap lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali," ujar Dr. Ma Soot Keng kepada wartawan, Sabtu (25/7).
Ia menjelaskan, salah satu contoh olahraga yang tergolong berlebihan adalah lari ful maraton sejauh 42 kilometer. Menurutnya, pelari marathon memiliki peningkatan risiko mengalami aritmia atau gangguan irama jantung.
"Pelari maraton memang meningkatkan risiko aritmia karena maraton merupakan contoh tipikal over exercise," katanya.
Dr. Ma menjelaskan bahwa tubuh manusia secara fisiologis tidak dirancang untuk berlari sejauh 42 kilometer tanpa henti. Menurutnya, secara evolusi nenek moyang manusia tidak pernah membutuhkan aktivitas fisik ekstrem seperti itu untuk bertahan hidup.
"Kalau sekitar 25 kilometer masih oke, tetapi 42 kilometer sudah termasuk over exercise. Dalam gen manusia, tubuh tidak pernah dirancang untuk berlari 42 kilometer tanpa berhenti," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tidak perlu takut untuk berolahraga. Aktivitas fisik secara rutin tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung selama dilakukan dalam batas yang wajar dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Selain membahas olahraga, Dr. Ma juga menyinggung konsumsi alkohol untuk kesehatan jantung. Menurutnya, alkohol masih dapat dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas.
Ia mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni tidak lebih dari tujuh standard drinks dalam satu minggu. Satu standard drink setara dengan sekitar 30 cc minuman beralkohol jenis spirits, 100 cc wine, atau setengah pint bir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022