
Ilustrasi: Penyakit kardiovaskular menjadi penyakit paling membunuh di dunia. (Today's RDH).
JawaPos.com - Nanik Sudaryati Deyang menyatakan mundur sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena ingin berobat jantung ke luar negeri. Alasannya untuk mencari second opinion.
Alasan itu menurut Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP(K) yang perlu direnungkan oleh stakeholder penanganan penyakit jantung di Indonesia.
Menurut dia, pilihan pasien mencari second opinion karena tidak yakin dengan kondisi kesehatan mereka. Namun, lebih penting perlu ditelisik lagi, pilihan second opinion diduga faktor nonmedis yang membuat sebagian pasien memilih berobat ke luar negeri, salah satunya komunikasi antara dokter dan pasien yang terkadang belum berjalan optimal.
"Kadang cara berkomunikasi sejawat-sejawat kami mungkin kurang komunikatif. Selain itu, masih ada image di masyarakat bahwa kalau di luar negeri akan lebih advanced atau lebih baik," kata Susetyo kepada wartawan, Kamis (23/7).
Dokter Susetyo menerangkan, pasien yang mencari second opinion umumnya ingin memastikan kembali diagnosis yang diterima. Namun, tidak sedikit pula yang sebenarnya masih berada pada fase penolakan (denial) sehingga berharap mendapatkan hasil yang berbeda.
"Umumnya masyarakat melakukan second opinion untuk mencari kebenaran. Tetapi sebenarnya banyak yang mencari pembenaran karena ketika divonis penyakitnya berat, acceptance-nya belum siap sehingga masih denial," sambungnya.
Padahal masyarakat tidak perlu meragukan kualitas layanan jantung di Indonesia. Sebab, fasilitas kesehatan, peralatan medis, hingga kemampuan dokter spesialis jantung sudah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya rasa fasilitas sarana prasarana untuk jantung dan pembuluh darah di Indonesia sudah cukup mumpuni, sudah sama dengan di luar negeri," tegasnya.
Selain fasilitas, tata laksana penyakit jantung di Indonesia juga dinilai tidak kalah. Menurut dia, obat-obatan modern yang digunakan di luar negeri juga telah tersedia di Indonesia. Begitu pula berbagai alat kesehatan berstandar internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022