
Ilustrasi Penanganan Penyakit Jantung. (Istimewa).
JawaPos.com – Sebaran dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) di Indonesia masih belum merata. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menunjukkan masih ada lima provinsi yang belum memiliki dokter spesialis jantung sama sekali, sementara sebagian besar dokter masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Berdasarkan data Indikator SDM Kesehatan Kemenkes 2026, lima provinsi yang belum memiliki dokter spesialis jantung yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Kepulauan Riau.
"Rasio Sp.JP - Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Terhadap Populasi capaian
0,008 per 1000 penduduk dari target 0,20 per 1000 penduduk," tulis laman resmi Kemenkes, dikutip Rabu (22/7).
Ketimpangan tersebut terjadi di tengah masih besarnya kebutuhan dokter spesialis jantung di Indonesia. Kemenkes sebelumnya mencatat Indonesia baru memiliki 1.639 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 6.801 dokter.
Sementara itu, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah dokter spesialis jantung terbanyak, yakni 379 dokter. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 347 dokter, Jawa Barat 286 dokter, Jawa Tengah 178 dokter, dan Sumatera Utara 138 dokter.
Di luar Pulau Jawa, jumlah dokter spesialis jantung juga masih relatif terbatas. Sulawesi Selatan memiliki 104 dokter, Banten 101 dokter, Bali 95 dokter, DI Yogyakarta 93 dokter, Sumatera Barat 61 dokter, Aceh 45 dokter, Kalimantan Timur 39 dokter, serta Riau dan Sulawesi Utara masing-masing 38 dokter.
Sementara itu, sejumlah provinsi hanya memiliki kurang dari 10 dokter spesialis jantung, di antaranya Nusa Tenggara Timur sembilan dokter, Kalimantan Tengah sembilan dokter, Gorontalo delapan dokter, Kalimantan Utara delapan dokter, Maluku enam dokter, Bengkulu enam dokter, Bangka Belitung enam dokter, Sulawesi Barat lima dokter, Papua Tengah empat dokter, dan Maluku Utara dua dokter.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tantangan terbesar dalam penguatan layanan jantung bukan hanya penyediaan alat kesehatan, tetapi juga pemenuhan tenaga medis yang mampu mengoperasikannya.
"Begitu alat-alat ini terpasang, masalah yang paling berat adalah masalah tenaganya," kata Budi beberapa waktu lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
