
KOMPLIKASI: Jika punya riwayat menderita diabetes kemudian terjadi penurunan pengelihatan baik secara berangsur maupun mendadak, kemungkinan besar terserang retinopati diabetik.
JawaPos.com – Retinopati diabetik sering kali tidak disadari oleh penyandang diabetes hingga akhirnya mengalami gangguan penglihatan berat, bahkan kebutaan. Fase awal yang jarang bergejala juga membuat banyak orang tak acuh. Karena itu, penting skrining retina secara rutin.
Dokter Mata Konsultan Vitreoretina Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, Ph.D., M.Epid., Sp.M(K) mengatakan, retinopati diabetik mulai dapat muncul biasanya sekitar lima tahun setelah seseorang menderita diabetes. Namun pada fase awal, kondisi tersebut biasanya belum menimbulkan keluhan apa pun.
"Alasan paling kuat kenapa harus skrining adalah karena di fase awal ini tanpa gejala. Pasien diabetes itu secara teori setelah lima tahun sudah muncul tanda retinopati awal, yang itu tanpa gejala. Pandangan masih normal, tidak ada gejala apa-apa. Namun ini akan berprogres," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7).
Menurutnya, bila diabetes tidak terkontrol dan retinopati tidak terdeteksi, dalam kurun waktu sekitar 10 tahun penyakit dapat berkembang hingga mengancam penglihatan.
Saat memasuki tahap tersebut, kualitas penglihatan mulai menurun secara perlahan. Penurunan itu tidak selalu berupa penglihatan kabur, tetapi bisa berupa berkurangnya ketajaman, kecerahan, hingga kemampuan membedakan warna.
"Berkurangnya itu bermacam-macam. Bisa dari tajam penglihatan berkurang, atau kecerahan berkurang. Misalnya melihat lampu 100 watt seperti 80 atau 75 watt. Atau warna kuning terlihat lebih pudar, warna merah jadi lebih tipis. Jadi tidak selalu langsung tidak bisa melihat," jelas Prof. Bayu.
Ia juga menuturkan, perubahan penglihatan akibat retinopati diabetik berlangsung sangat halus sehingga sebagian besar pasien tidak menyadari kondisinya.
"Progresnya sangat-sangat halus. Sebagian besar pasien tidak ngeh, tidak menyadari. Mereka merasa masih bisa menyetir, masih bisa ke kamar mandi sendiri, masih bisa beraktivitas, sehingga menganggap tidak ada masalah," katanya.
Akibatnya, tidak sedikit pasien baru mengetahui dirinya mengidap diabetes dan retinopati diabetik ketika penglihatannya sudah mulai kabur. Bahkan banyak yang datang ke dokter dengan dugaan mengalami katarak.
"Sering kali ketahuan diabetesnya karena pandangannya sudah menurun. Cerita klasiknya banyak pasien datang bilang, 'Dok, saya katarak.' Begitu diperiksa ternyata gula darahnya tinggi dan retinopatinya sudah berat," ungkap Prof. Bayu.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
