Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 23.07 WIB

4 Kelompok yang Paling Rentan Terkena Kebutaan karena Retinopati Diabetik

KOMPLIKASI: Jika punya riwayat menderita diabetes kemudian terjadi penurunan pengelihatan baik secara berangsur maupun mendadak, kemungkinan besar terserang retinopati diabetik. - Image

KOMPLIKASI: Jika punya riwayat menderita diabetes kemudian terjadi penurunan pengelihatan baik secara berangsur maupun mendadak, kemungkinan besar terserang retinopati diabetik.

JawaPos.com - Retinopati diabetik menjadi salah satu komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Setidaknya ada empat kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut sehingga memerlukan pemeriksaan secara rutin.

Dokter Mata Konsultan Vitreoretina Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, Ph.D., M.Epid., Sp.M(K) menjelaskan, kelompok pertama yang paling berisiko adalah penyandang diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol, terutama bila disertai penyakit penyerta seperti hipertensi.

"Yang terang dengan diabetes yang tidak terkontrol, dengan faktor penyulit lain seperti hipertensi dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7).

Kelompok berikutnya yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perempuan yang sudah menderita diabetes sebelum hamil. dr. Bayu menegaskan bahwa yang dimaksud bukan diabetes gestasional, melainkan pasien yang telah didiagnosis diabetes sebelum kehamilan.

"Yang mengalami diabetes sebelum hamil, kemudian melewati masa hamil dan melahirkan, progresnya sangat-sangat cepat. Setelah hamil komplikasinya memburuk, tidak hanya retinopati, tapi yang lain," katanya.

Namun begitu, ia menyebut bahwa bukan berarti harus menghindari kehamilan. Namun, justru menghindari faktor utamanya, yaitu diabetes.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, Subsp.E.M.D.(K) menambahkan bahwa kelompok yang rentan terkena retinopati diabetik adalah penyandang diabetes tipe 1 yang telah hidup dengan penyakit tersebut selama lima tahun atau lebih.

Menurutnya, setelah periode tersebut, risiko retinopati diabetik mulai meningkat sehingga pemeriksaan mata perlu dilakukan secara berkala.

Selain itu, kelompok keempat adalah pasien diabetes yang telah mengalami komplikasi pada pembuluh darah kecil, seperti gangguan ginjal maupun neuropati.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore