Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 02.03 WIB

Mengenal Hantavirus dan Pencegahannya, Upaya Preventif Bersama untuk Memutus Rantai Penyebaran Penyakit

Ilustrasi tikus di tempat kotor/freepik - Image

Ilustrasi tikus di tempat kotor/freepik

JawaPos.com- Kasus kematian awak kapal akibat hantavirus belakangan ramai diperbincangkan dan membuat heboh jagat sosial media.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hantavirus tersebut?

Menurut  kemkes.go.id Hantavirus merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui  hewan pengerat. Contohnya, tikus got, tikus rumah, tikus belukar, tikus mencit, dan tikus wirok. 

Penularannya bisa terjadi karena gigitan tikus yang terinfeksi, makanan dan minuman yang terkontaminasi urin maupun feses tikus, serta urin dan kotoran tikus yang bercampur di udara (aerosol) yang terhirup oleh manusia.

Menurut jurnal berjudul Hantavirus Infection:Anticipation of Zoonotic Disease in Indonesia, karya Indrawati Sendow dan tim, hantavirus dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang berdampak fatal bagi organ tubuh. 

Gejalanya dimulai dari demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, hipotensi, sakit saat buang air kecil dan penyakit diuretik, sampai berakhir pada gangguan ginjal dan paru-paru. 

Lebih lanjut, hantavirus memiliki dua gejala utama yang menyerang dua organ berbeda, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, kemudian Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. 

Hantavirus juga bisa dicegah dengan menerapkan hidup bersih dan menjaga sanitasi lingkungan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore