
Ilustrasi Hantavirus. (AI)
JawaPos.com - Kasus Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga orang. Penyakit zoonosis ini disebut memiliki tingkat fatalitas hingga 50 persen.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebut sepanjang 2024 - 2026, tercatat 251 kasus suspek Hantavirus. Dari jumlah tersebut, 23 orang terkonfirmasi positif tersebar di 9 provinsi, paling banyak di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, menjelaskan hantavirus umumnya tidak muncul secara tiba-tiba di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.
Menurutnya, penularan lebih mungkin terjadi akibat paparan sebelumnya, baik sebelum perjalanan maupun saat seseorang berada di wilayah dengan reservoir hewan pengerat pembawa virus, seperti tikus.
“Masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung beberapa minggu, sehingga kasus baru dapat muncul ketika individu sudah berpindah lokasi, tetapi umumnya tak menyebar di ruang tertutup," ujar Laura di Surabaya, Jumat (8/6).
Ia menyebut perjalanan lintas negara melalui jalur laut berpotensi memperluas temuan kasus hantavirus. Namun, kondisi ini belum tentu menunjukkan lokasi awal terjadinya penularan virus secara langsung.
Laura menjelaskan hantavirus dapat menular melalui paparan partikel dari urin, feses, maupun air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi lewat inhalasi partikel yang terkontaminasi.
Baca Juga:Silang Pendapat Putusan MK soal Lembaga Penghitung Kerugian Keuangan Negara, Siapa Paling Berwenang?
Menurutnya, lingkungan dengan populasi hewan pengerat yang tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap penyebaran hantavirus. Aktivitas di area tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi paparan virus kepada manusia.
Sebagian besar hantavirus tidak menular antarmanusia, namun beberapa strain seperti Andes virus memiliki kemampuan penularan terbatas sehingga investigasi epidemiologi dan analisis genomik tetap diperlukan.
"Perubahan iklim dan pergeseran habitat hewan juga bisa memengaruhi penyebaran reservoir. Aktivitas manusia di wilayah baru, meningkatnya ekowisata, turut memperbesar risiko paparan penyakit zoonosis," lanjutnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
