
Ilustrasi Hantavirus. (UK Health Security Agency)
JawaPos.com–Dunia kesehatan internasional dibuat terkejut setelah ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan indikasi kuat bahwa wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius merupakan varian langka.
Hal tersebut memungkinkan virus menyebar langsung dari manusia ke manusia. Temuan ini dinilai sangat langka karena sebagian besar kasus Hantavirus selama ini hanya menular lewat paparan urine, feses, atau air liur tikus.
Melansir NPR, WHO menyebut pola penularan di kapal itu menunjukkan kemungkinan transmisi antar penumpang. Terutama mereka yang memiliki kontak sangat dekat seperti pasangan suami istri atau penghuni kabin yang sama.
”Ini sangat mengejutkan dan merupakan kejadian yang sangat jarang,” kata Kari Debbink, ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Virus tersebut dilaporkan telah menjangkiti ratusan penumpang dan kru kapal. Sementara sebelumnya dilaporkan tiga kejadian tewas akibat Hantavirus.
Sebelumnya, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan, pihaknya melihat indikasi penularan terjadi di antara orang-orang dengan kontak sangat dekat selama perjalanan kapal pesiar.
Baca Juga:Sejak 2024, 6 Warga Jakarta Positif Hantavirus, Kenali Cara Cegah Penularan dari Tikus di Rumah!
”Kami percaya mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak dekat, pasangan suami istri, atau mereka yang berbagi kabin,” ujar Maria Van Kerkhove dalam konferensi pers.
Temuan tersebut langsung menarik perhatian komunitas ilmiah global karena Hantavirus hampir selalu dikaitkan dengan penularan dari hewan pengerat ke manusia. Biasanya, manusia terinfeksi setelah menghirup partikel virus yang berasal dari kotoran atau urine tikus yang mengering dan terbang di udara.
Petunjuk paling penting datang dari hasil analisis laboratorium terhadap sampel wabah di MV Hondius. WHO mengungkapkan bahwa pengujian oleh National Institute for Communicable Diseases Afrika Selatan dan Geneva University Hospitals Swiss mengonfirmasi virus tersebut sebagai Andes hantavirus.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
