Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 13.19 WIB

Studi Terbaru Soroti Dampak Berhenti Merokok terhadap Kesehatan Pembuluh Darah

Ilustrasi berhenti merokok berpengaruh besar dalam kesehatan pembuluh darah. (CardioVascular Health Clinic). - Image

Ilustrasi berhenti merokok berpengaruh besar dalam kesehatan pembuluh darah. (CardioVascular Health Clinic).

JawaPos.com - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kini tidak hanya terlihat dari pola makan dan olahraga, tetapi juga dari upaya mengurangi kebiasaan merokok.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sejumlah perokok dewasa mulai mencari berbagai cara untuk menghentikan kebiasaan tersebut secara bertahap.

Salah satu pendekatan yang belakangan menjadi perhatian adalah penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau vape. Namun, para ahli tetap menekankan bahwa berhenti sepenuhnya dari konsumsi produk tembakau dan nikotin tetap menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan.

Perbincangan mengenai hal ini kembali menguat setelah terbitnya studi terbaru dari Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) pada Februari lalu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology itu menelaah 23 studi klinis dengan total 11.702 peserta untuk melihat perubahan kesehatan pembuluh darah setelah seseorang berhenti merokok atau beralih dari rokok konvensional ke rokok elektronik.

Peneliti CoEHAR, Prof. Riccardo Polosa, mengatakan banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan jantung setelah muncul gangguan serius seperti serangan jantung atau stroke. Padahal, menurutnya, proses kerusakan maupun pemulihan sebenarnya sudah terjadi lebih awal di pembuluh darah.

“Kita sering berfokus pada hasil jangka panjang seperti serangan jantung atau stroke, tetapi proses pemulihan dimulai jauh lebih awal yaitu pada pembuluh darah,” ujar Polosa dikutip Rabu (6/5).

Pembuluh Darah Jadi Indikator Awal

Paparan zat kimia dari pembakaran rokok selama ini diketahui berkaitan dengan gangguan fungsi pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan arteri menjadi kurang elastis dan mengganggu fungsi endotelium atau lapisan bagian dalam pembuluh darah.

Jika berlangsung terus-menerus, pembuluh darah menjadi lebih sulit melebar secara optimal sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan adanya perbaikan awal pada indikator kesehatan pembuluh darah pada kelompok yang berhenti merokok maupun yang beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke rokok elektronik.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore