
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, Ade Meidian Ambari (kanan kedua). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjaga kadar kolesterol LDL atau LDL-C tetap rendah menjadi kunci utama dalam mencegah serangan jantung dan stroke. Para ahli menetapkan bahwa pasien penyakit jantung koroner idealnya mencapai target LDL-C di bawah 70 mg/dL, bahkan lebih rendah lagi, 55 mg/dL, bagi mereka yang masuk kategori risiko sangat tinggi.
Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan batas aman yang menentukan apakah seseorang memiliki peluang lebih kecil mengalami penyumbatan pembuluh darah. Semakin rendah kadar LDL-C, semakin kecil kemungkinan plak terbentuk dan memicu kejadian kardiovaskular yang dapat mengancam nyawa.
Namun upaya mempertahankan kadar kolesterol pada level aman membutuhkan pengelolaan jangka panjang, mulai dari terapi obat, perubahan gaya hidup, hingga pemantauan berkala. Kegagalan mencapai target berarti risiko kekambuhan penyakit jantung tetap tinggi dan kualitas hidup pasien bisa terus menurun.
Melihat hal ini, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, Ade Meidian Ambari, menjelaskan, bahkan lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C yang direkomendasikan.
“Lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL, dan hanya 8,5 persen yang mencapai target risiko sangat tinggi 55 mg/dL,” kata dr. Ade di Jakarta, Sabtu (29/11).
Salah satu upaya menurunkan kadar LDL-C bisa dilakukan dengan terapi dislipidemia. Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) sendiri memiliki formula obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin di Indonesia.
Obat ini bekerja melalui dua jalur sekaligus, yakni Rosuvastatin berfungsi menurunkan produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe bertugas menghambat penyerapan kolesterol dari usus halus.
Kombinasi dua mekanisme tersebut membuat penurunan LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) menjadi lebih efektif, bahkan pada dosis rendah, jika dibandingkan dengan penggunaan statin saja. Tersedia tiga pilihan dosis Ezetimibe/Rosuvastatin, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, agar dokter dapat menyesuaikan terapi secara lebih tepat sesuai tingkat risiko kardiovaskular tiap pasien.
Dalam kesempatan yang sama, Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan terapi yang terbukti secara ilmiah.
“Ke depan, kami akan memperluas portofolio terapi inovatif untuk diabetes, hipertensi, dan gagal jantung, serta menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia melalui kerja sama riset dengan PERKI dan pakar dari kedua negara,” ungkap dia.
Menurutnya, urgensi pengendalian LDL-C secara dini dan agresif untuk mencegah kejadian kardiovaskular pun harus dilakukan. “Pedoman ESC menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik’. Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan yang efektif,” jelasnya.
Sementara itu, pakar dari Korea Selatan, Won Ho Youn, juga menunjukkan efektivitas terapi kombinasi berdasarkan berbagai studi klinis. Bahkan, penelitian ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022) menunjukkan terapi kombinasi menghasilkan penurunan LDL-C lebih besar dan efek samping lebih rendah dibandingkan statin dosis tinggi.
“Terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang,” tukasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
