Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 00.36 WIB

Waspada Heat Stroke karena Cuaca Panas Ekstrem Saat Mudik, Kenali Cara Penanganannya

Ilustrasi warga melakukan mudik saat siang hari. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi warga melakukan mudik saat siang hari. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dari biasanya, termasuk pada momen lebaran Idulfitri 2026. Di sisi lain, potensi masalah kesehatan juga muncul, salah satunya heat stroke.

Seiring meningkatnya suhu udara selama musim kemarau, risiko heat stroke atau serangan panas juga meningkat, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh di bawah terik matahari.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius disertai gangguan pada sistem saraf. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ hingga berujung fatal.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain suhu tubuh sangat tinggi, berhentinya keringat meski tubuh panas, kebingungan, gelisah, sakit kepala, mual dan muntah, jantung berdebar, kelelahan ekstrem, kejang, hingga pingsan.

Heat stroke ditandai dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celsius disertai gangguan sistem saraf, dan kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi serius,” demikian dikutip dari laman resmi Kemenkes, dikutip Selasa (17/3).

Untuk penanganan awal, penderita disarankan segera dipindahkan ke tempat teduh guna mengurangi paparan sinar matahari langsung. Kompres dingin juga dapat dilakukan di area leher, ketiak, dan selangkangan yang memiliki banyak pembuluh darah untuk membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat.

Selain itu, penting untuk menjaga asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi yang dapat memperparah kondisi. Pemudik juga diimbau membatasi aktivitas fisik di lingkungan panas, menggunakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan guna mencegah terjadinya heat stroke.

Untuk diketahui, cuaca panas yang diprediksi lebih cepat datang dipicu berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 yang kini bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.

BMKG mencatat, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut bahwa sebanyak 184 ZOM akan menyusul pada Mei 2026 dan 163 ZOM pada Juni 2026. Secara keseluruhan, sekitar 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

Adapun wilayah yang mengalami kemarau lebih awal mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia, dengan kondisi cenderung lebih kering dari normal di mayoritas daerah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore