
MSG kerap dianggap sebagai penyebab orang menjadi bodoh. (Freepik)
JawaPos.com-Anggapan bahwa konsumsi micin atau monosodium glutamat (MSG) alias penyedap rasa dapat membuat seseorang menjadi bodoh ternyata tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Anggapan ini sudah mengakar di banyak rumah tangga masyarakat Indonesia.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Prof. Agustino Zulys, menegaskan bahwa anggapan micin bisa membuat bodoh adalah mitos dan tidak didukung oleh bukti penelitian yang valid.
Menurut Prof. Zulys, MSG pada dasarnya merupakan garam dari asam amino glutamat yang secara alami juga ditemukan dalam berbagai bahan makanan sehari-hari. Zat ini bahkan memiliki peran dalam pembentukan protein dan sel-sel baru di dalam tubuh.
’’MSG atau micin tidak membuat anak menjadi bodoh. Mitos bahwa MSG menurunkan kecerdasan tidak memiliki dasar argumentasi ilmiah yang kuat,” ujarnya di Instagram, dikutip Jumat (6/3).
Prof. Zulys menjelaskan, isu negatif terhadap MSG sempat menguat setelah muncul istilah Chinese Restaurant Syndrome serta penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan. Dalam penelitian tersebut, tikus yang baru lahir disuntik MSG dalam dosis yang sangat tinggi sehingga menimbulkan gangguan perkembangan.
Namun, menurutnya, metode penelitian tersebut tidak bisa disamakan dengan pola konsumsi MSG oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemberian melalui suntikan dengan dosis ekstrem berbeda jauh dengan MSG yang dikonsumsi melalui makanan dalam jumlah wajar.
“Dalam penelitian tersebut, tikus yang baru lahir disuntik MSG dalam dosis sangat tinggi dan menunjukkan gangguan perkembangannya. Namun, metode penyuntikan dengan dosis ekstrem jelas tidak dapat disamakan dengan pola konsumsi MSG manusia dalam jumlah wajar melalui makanan,” jelasnya.
Prof. Zulys juga menambahkan bahwa glutamat sebenarnya secara alami terdapat dalam berbagai bahan makanan, seperti kaldu ayam, daging, wortel, bawang putih, hingga kecap. Ketika bahan-bahan tersebut dimasak, glutamat akan muncul dan memberikan rasa gurih atau umami yang khas pada makanan.
Sejumlah penelitian modern pun menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam batas normal tidak terbukti menurunkan kecerdasan manusia. Dengan kata lain, seseorang tetap dapat mengonsumsi glutamat alami dari berbagai makanan meskipun tidak menambahkan MSG secara khusus.
Ia menekankan bahwa efek negatif pada tubuh biasanya lebih berkaitan dengan pola makan yang berlebihan, bukan semata-mata karena penggunaan MSG. Konsumsi makanan secara berlebihan dapat membuat tubuh bekerja lebih berat, memicu rasa kantuk, serta menurunkan produktivitas. ’’Efek negatif bisa muncul bukan karena MSG-nya, tetapi karena pola makan berlebihan. Terlalu banyak makan membuat tubuh bekerja lebih berat, memicu rasa kantuk, menurunkan produktivitas,” katanya.
Karena itu, Prof. Zulys mengingatkan bahwa menjaga kecerdasan tidak ditentukan oleh menghindari MSG, melainkan melalui pola hidup yang seimbang. Pola makan bergizi, tidur cukup, serta aktivitas belajar tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan dan kemampuan berpikir. ’’Menjadi cerdas bukan soal menghindari MSG, tetapi hidup seimbang: makan bergizi secukupnya, tidur sesuai kebutuhan, dan juga belajar,” jelasnya. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
