
Ilustrasi seseorang yang sedang merasakan nyeri di perut akibat keracunan jengkol. (freepik)
JawaPos.com - Batas aman konsumsi jengkol perlu diperhatikan karena meskipun mengandung zat gizi, jengkol juga memiliki senyawa yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Jengkol mengandung asam jengkolat, yaitu senyawa yang sulit larut dalam air dan dapat mengendap di saluran kemih.
Pada sebagian orang, senyawa ini dapat memicu gangguan yang dikenal sebagai keracunan jengkol atau kejengkolan. Kondisi ini ditandai dengan nyeri saat buang air kecil, nyeri perut, hingga gangguan fungsi ginjal.
Gejala Keracunan Jengkol
Jika cara pengolahan jengkol kurang tepat dan dikonsumsi secara berlebihan, maka akibatnya adalah orang tersebut mengalami keracunan jengkol atau kejengkolan. Gejala keracunan jengkol umumnya mulai dirasakan sekitar 2 hingga 6 jam setelah dikonsumsi dan dapat bertahan selama beberapa hari.
Dikutip dari Alodokter, berikut sejumlah gejala yang sering muncul pada kasus keracunan jengkol atau kejengkolan:
1. Nyeri di Perut dan Bagian Panggul
Penumpukan asam jengkolat yang membentuk kristal di ginjal atau kandung kemih dapat memicu nyeri hebat di perut atau area panggul. Rasa sakit ini sering digambarkan seperti tertusuk atau melilit, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Mual dan Muntah
Keracunan jengkol juga sering disertai keluhan mual dan muntah, reaksi ini terjadi karena tubuh merespons terhadap rasa tidak nyaman atau nyeri yang cukup hebat pada perut. Apabila keluhan tersebut muncul setelah mengonsumsi jengkol dalam jumlah besar, sebaiknya segera menghentikan konsumsinya.
3. Rasa Sakit serta Kesulitan Buang Air Kecil (BAK)
Kejengkolan sering ditandai dengan anyang-anyangan atau disuria, yaitu rasa nyeri saat atau setelah buang air kecil. Nyeri pada saat BAK dapat terjadi akibat iritasi saluran kemih oleh kristal asam jengkolat, sedangkan nyeri setelahnya dapat mengindikasikan gangguan pada kandung kemih.
Selain itu, keracunan jengkol juga dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil, disertai penurunan volume urine, bahkan hingga tidak keluar sama sekali.
Baca Juga: Alpukat Manfaatnya Luar Biasa, tapi Siapa Sangka 4 Golongan Orang Ini Harus Menghindarinya!
4. Urine Berdarah
Selain menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, keracunan jengkol juga dapat memicu terjadinya hematuria atau keluarnya urine bercampur darah. Kondisi ini terjadi ketika fungsi penyaringan ginjal terganggu, sehingga sel darah merah ikut terbuang bersama urine.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022