
Wanita dengan gangguan pikiran (dok. stocksy)
JawaPos.com - Ada kalanya seseorang tiba-tiba menemukan dirinya di tempat asing tanpa tahu bagaimana bisa sampai di sana. Mereka mungkin tidak ingat nama, pekerjaan, atau bahkan siapa diri mereka sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai dissociative fugue, suatu gangguan mental langka yang membuat seseorang mengalami kehilangan ingatan sementara dan terlepas dari kenyataan. Meski terdengar seperti kisah fiksi, kondisi ini nyata dan dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan penderitanya.
Dilansir melalui Medical News Today, dissociative fugue adalah keadaan mental di mana seseorang kehilangan sebagian atau seluruh ingatan dan mulai mengembara tanpa arah yang jelas. Dalam fase ini, individu bisa tiba-tiba meninggalkan rumah atau tempat kerja, bahkan melakukan perjalanan jauh tanpa menyadarinya. Setelah sadar, mereka biasanya tidak dapat mengingat bagaimana atau mengapa mereka pergi.
Kondisi ini bukan akibat dari kelupaan biasa. Ingatan sebenarnya masih ada di dalam diri mereka, tetapi sementara waktu tidak dapat diakses oleh kesadaran. Beberapa orang mungkin bisa mengembalikan ingatan mereka seiring waktu, terutama dengan bantuan terapi atau perawatan medis.
Secara harfiah, kata “fugue” berarti “melarikan diri”, sedangkan “dissociation” menggambarkan perasaan terpisah dari tubuh, pengalaman, atau realitas. Kombinasi keduanya menggambarkan keadaan di mana pikiran mencoba melarikan diri dari sesuatu yang sulit untuk dihadapi.
Gejala dan Ciri-Ciri Dissociative Fugue
Seseorang yang mengalami dissociative fugue mungkin tiba-tiba menyadari dirinya berada di tempat yang tidak dikenal, tanpa tahu bagaimana bisa sampai di sana. Mereka bisa tampak kebingungan, tidak tahu siapa diri mereka, atau kehilangan ingatan penting dalam hidupnya.
Bagi orang lain, penderita bisa tampak seperti sedang tersesat. Ketika ditanya, mereka mungkin tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti nama, asal, atau siapa yang dapat dihubungi untuk membantu mereka pulang. Meskipun tampak menakutkan, kondisi ini biasanya dapat dipulihkan, baik dengan waktu maupun melalui bantuan profesional.
Dalam beberapa kasus, penderita mungkin mengalami kebingungan total, tidak tahu mengapa mereka melakukan sesuatu, dan tampak hidup dalam realitas yang terputus. Ketika kesadaran kembali, ingatan mereka bisa kembali secara perlahan, meski tidak selalu sepenuhnya.
Contoh Kasus dan Perbandingan dengan Gangguan Lain
Salah satu contoh klasik adalah kisah seorang tentara yang pulang dari medan perang, lalu menghilang dari rumah tanpa mengingat siapa dirinya. Ada pula kasus seseorang yang mengalami kekerasan dalam hubungan, lalu melarikan diri dan hidup dengan identitas baru tanpa menyadari apa yang telah terjadi.
Kasus terkenal lainnya datang dari penulis Agatha Christie. Pada tahun 1926, ia ditemukan menginap di hotel dengan nama palsu setelah seminggu menghilang. Hingga kini, para peneliti masih memperdebatkan apakah ia mengalami dissociative fugue atau sengaja melarikan diri.
Dissociative fugue juga sering disamakan dengan dissociative amnesia. Bedanya, dissociative amnesia menyebabkan kehilangan ingatan tanpa disertai keinginan untuk berpindah tempat. Dalam fugue, hilangnya ingatan sering diikuti dengan keinginan atau dorongan untuk pergi ke tempat lain.
Ada pula perbandingan dengan dissociative identity disorder (DID), di mana seseorang memiliki lebih dari satu kepribadian. Pada DID, beberapa identitas atau “alter” bisa mengambil alih kesadaran. Namun, fugue tidak selalu melibatkan perubahan identitas, melainkan lebih kepada hilangnya ingatan dan orientasi diri.
Penyebab dan Penanganan Dissociative Fugue
Para ahli berpendapat bahwa penyebab utama kondisi ini adalah trauma. Pengalaman traumatis yang berat, seperti kekerasan, pelecehan, atau peristiwa mengancam nyawa, dapat membuat seseorang terlepas dari realitas sebagai bentuk perlindungan diri. Dissociative fugue mungkin menjadi mekanisme bawah sadar untuk melarikan diri dari rasa sakit emosional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022