Ilustrasi lansia dengan mata katarak (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan pada tubuh manusia menjadi hal yang tak terhindarkan, termasuk pada kesehatan mata. Salah satu kondisi yang paling umum dialami oleh lansia adalah penurunan kualitas penglihatan akibat berbagai faktor degeneratif. Gangguan penglihatan pada usia lanjut tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tetapi juga dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan menurunkan kemandirian seseorang. Di antara berbagai masalah kesehatan mata yang berkaitan dengan penuaan, katarak menjadi salah satu kondisi yang paling sering dijumpai dan menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat disembuhkan di seluruh dunia.
Katarak adalah kondisi medis yang ditandai dengan keruhnya lensa mata yang normalnya jernih dan transparan. Lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya ke retina sehingga kita dapat melihat dengan jelas, namun ketika lensa menjadi keruh, cahaya yang masuk ke mata akan terhalang atau tersebar. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, buram, atau seperti melihat melalui kaca yang berembun.
Katarak berkembang secara bertahap dan pada tahap awal mungkin tidak terlalu mengganggu, namun seiring waktu dapat memengaruhi kemampuan melihat secara signifikan hingga mengganggu aktivitas harian seperti membaca, mengemudi, atau mengenali wajah orang lain.
Meskipun katarak paling sering dikaitkan dengan proses penuaan, kondisi ini sebenarnya dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan memiliki beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Memahami berbagai jenis katarak penting untuk mengenali faktor risiko dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa jenis katarak yang perlu diketahui:
1. Katarak Pediatrik
Katarak pediatrik adalah jenis katarak yang memengaruhi bayi dan anak-anak, baik sejak lahir (kongenital) maupun berkembang di masa kanak-kanak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi selama kehamilan, atau gangguan metabolisme tertentu. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan perkembangan penglihatan permanen pada anak.
2. Katarak Traumatik
Katarak traumatik terbentuk sebagai akibat dari cedera atau trauma langsung pada mata, baik akibat benturan benda tumpul maupun luka penetrasi. Jenis katarak ini dapat berkembang segera setelah cedera terjadi atau bahkan beberapa tahun kemudian. Penggunaan alat pelindung mata saat beraktivitas yang berisiko tinggi dapat membantu mencegah terjadinya katarak traumatik.
3. Katarak Sekunder
Katarak sekunder merupakan bercak keruh yang terbentuk pada kapsul lensa, yaitu membran tipis yang melapisi lensa mata. Kondisi ini sering kali berkembang sebagai komplikasi dari penyakit mata lainnya, penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid jangka panjang, atau sebagai efek samping dari kondisi kesehatan lain seperti diabetes. Katarak sekunder juga dapat terjadi setelah operasi katarak sebelumnya, yang dikenal sebagai posterior capsular opacification (PCO).
Jenis Katarak Akibat Usia
Sedangkan untuk katarak yang disebabkan oleh usia, kondisi ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang mengacu pada lokasi munculnya kekeruhan pada lensa mata. Kebanyakan orang juga dapat mengalami beberapa jenis katarak secara bersamaan, yang membuat kondisi ini semakin kompleks. Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, jenis katarak akibat usia yang paling umum dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan lokasinya.
1. Katarak Nuklear Sklerotik (Nuclear Sclerotic Cataract)
Jenis katarak ini terbentuk di bagian tengah lensa yang disebut nukleus. Katarak nuklear sklerotik merupakan jenis yang paling umum terjadi dan berkembang sangat lambat seiring bertambahnya usia. Pada tahap awal, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam kemampuan melihat dekat (second sight), namun seiring perkembangannya, lensa akan berubah warna menjadi kekuningan atau kecokelatan dan penglihatan akan semakin memburuk.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
