Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2026 | 04.04 WIB

Kenali Perbedaan Tanda Penuaan Normal dengan Gejala Alzheimer

Ilustrasi penderita alzheimer. (American heart Association) - Image

Ilustrasi penderita alzheimer. (American heart Association)

Jawapos.com – Penurunan fungsi kognitif akibat penyakit Alzheimer sering kali dikaitkan dengan pikun atau lupa ketika lansia. Tapi, perubahan daya ingat yang menjadi bagian dari proses penuaan normal memiliki perbedaan dengan Alzheimer.

“Terdapat perbedaan klinis yang jelas antara penurunan daya ingat akibat faktor usia dan gejala awal dari penyakit Alzheimer,” ujar Dr. Zhao Yi Jing, Spesialis Neurologi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura.

Menurutnya, kebiasan kebiasaan lupa menaruh barang seperti kunci rumah masih dapat menjadi bagian dari perubahan daya ingat yang wajar seiring bertambahnya usia.

Namun, kondisi yang perlu diwaspadai muncul ketika seseorang tidak lagi memahami fungsi benda tersebut, mengalami kesulitan menjalankan rutinitas sehari-hari yang sebelumnya sudah familiar, atau bahkan tersesat ketika melewati rute yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun.

Perubahan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kognitif yang lebih serius. Oleh karena itu, jika gejala semakin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, diperlukan evaluasi medis untuk mengetahui penyebabnya.

Pencegahan Melalui Perubahan Gaya Hidup

Upaya menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia dapat dilakukan sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala. Salah satunya adalah dengan perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan tubuh dan fungsi otak.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

Menerapkan pola makan sehat untuk otak. Diet MIND merupakan pola makan yang menggabungkan prinsip diet Mediterania dan DASH. Pola makan ini mendorong konsumsi sayuran berdaun hijau, buah beri, kacang-kacangan, serta ikan yang kaya akan lemak sehat. Sejumlah penelitian mengaitkan pola makan tersebut dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah.

Aktif secara fisik dan mental. Olahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit dalam seminggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan memperlancar aliran darah ke otak. Selain aktivitas fisik, otak juga perlu terus dirangsang melalui kegiatan seperti mempelajari bahasa asing, bermain alat musik, membaca, atau mencoba hobi baru.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore