
Ilustrasi penderita alzheimer. (American heart Association)
Jawapos.com – Penurunan fungsi kognitif akibat penyakit Alzheimer sering kali dikaitkan dengan pikun atau lupa ketika lansia. Tapi, perubahan daya ingat yang menjadi bagian dari proses penuaan normal memiliki perbedaan dengan Alzheimer.
“Terdapat perbedaan klinis yang jelas antara penurunan daya ingat akibat faktor usia dan gejala awal dari penyakit Alzheimer,” ujar Dr. Zhao Yi Jing, Spesialis Neurologi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura.
Menurutnya, kebiasan kebiasaan lupa menaruh barang seperti kunci rumah masih dapat menjadi bagian dari perubahan daya ingat yang wajar seiring bertambahnya usia.
Namun, kondisi yang perlu diwaspadai muncul ketika seseorang tidak lagi memahami fungsi benda tersebut, mengalami kesulitan menjalankan rutinitas sehari-hari yang sebelumnya sudah familiar, atau bahkan tersesat ketika melewati rute yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun.
Perubahan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kognitif yang lebih serius. Oleh karena itu, jika gejala semakin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, diperlukan evaluasi medis untuk mengetahui penyebabnya.
Pencegahan Melalui Perubahan Gaya Hidup
Upaya menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia dapat dilakukan sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala. Salah satunya adalah dengan perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan tubuh dan fungsi otak.
Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:
Menerapkan pola makan sehat untuk otak. Diet MIND merupakan pola makan yang menggabungkan prinsip diet Mediterania dan DASH. Pola makan ini mendorong konsumsi sayuran berdaun hijau, buah beri, kacang-kacangan, serta ikan yang kaya akan lemak sehat. Sejumlah penelitian mengaitkan pola makan tersebut dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah.
Aktif secara fisik dan mental. Olahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit dalam seminggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan memperlancar aliran darah ke otak. Selain aktivitas fisik, otak juga perlu terus dirangsang melalui kegiatan seperti mempelajari bahasa asing, bermain alat musik, membaca, atau mencoba hobi baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022