
Ilustrasi perawatan diabetes. (Istimewa)
JawaPos.com–Jumlah penyandang Diabetes di Indonesia telah melampaui 19 juta jiwa, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia (IDF, 2021). Angka ini menegaskan urgensi Solusi kesehatan yang komprehensif.
Dokter Kelvin Candiago, MM., MARS, DABRM., Business Unit Director dan Diabetologis mGanik Care mengatakan, dengan layanan terpadu dari skrining hingga perawatan medis dan dukungan nutrisi, pasien diabetes memiliki kesempatan untuk mengelola kondisi secara holistik. Selain itu, mencegah komplikasi dan membangun kualitas hidup lebih baik.
Menurut dia, dari hasil skrining, menjadi panduan awal bagi setiap individu agar memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan di klinik. Mulai dari perawatan medis, monitoring gula darah, hingga dukungan nutrisi. Sehingga penanganan kesehatan menjadi lebih holistik.
”mGanik Care kini hadir di Bintaro, Tangerang Selatan. Mengajak masyarakat melihat Diabetes sebagai perjalanan yang bisa dikelola menuju kualitas hidup lebih baik. Kami hadir untuk mendampingi pasien agar tidak merasa sendirian,” papar Kevin.
Kevin menjelaskan, sebagai pionir Klinik Diabetes dan Metabolic Center pertama di Indonesia, pihaknya menghadirkan solusi terpadu (one-stop solution) ditangani dokter ahli diabetologis yang didukung spesialis gizi klinik, endokrin, dan penyakit dalam. Terdapat mGanik Diabetes Corner, ruang inovatif untuk skrining cepat risiko diabetes menggunakan D-Scan.
”Selain fasilitas medis mutakhir, kami mengedepankan hospitality, memastikan keramah-tamahan dan kenyamanan pasien dalam setiap layanan,” ujar Kevin.
Salah satu inovasi unggulan adalah terapi HbA1c, program medis untuk menurunkan kadar gula darah hingga ideal <6,5% dan membantu pasien mencapai remisi diabetes. Yakni kondisi di mana HbA1c terkendali selama minimal tiga bulan berturut-turut, dengan atau tanpa obat.
”Kami mengupayakan mempercepat penyembuhan serta meminimalkan risiko amputasi. Karena keunggulan kami adalah kombinasi antara perawatan luka modern dan terapi pengendalian gula darah yang terintegrasi. Di banyak rumah sakit, amputasi sering menjadi pilihan utama, tapi kami berupaya mempertahankan jaringan tubuh yang masih bisa diselamatkan,” ungkap Kevin.
”Kami tidak hanya merawat luka, tetapi juga menormalkan HbA1c terlebih dahulu agar risiko luka baru dan komplikasi di masa depan bisa ditekan signifikan. Inilah yang membedakan kami,” papar Kevin.
Associate VP Operations Karina Marcia menambahkan, pemeriksaan HbA1c penting untuk mencegah komplikasi. Hasil bisa diperoleh dalam satu menit dan langsung dikonsultasikan dengan diabetologis, sehingga pasien mendapatkan langkah tepat sejak dini.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
