
Ilustrasi telur yang dimasak setengah matang. (freepik.com)
JawaPos.com - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang sering dijadikan menu santapan sehari-hari karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, dan cara pengolahannya sangat praktis.
Banyak orang memilih telur sebagai sumber protein utama dalam menu harian, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Telur juga dapat dengan mudah dikreasikan menjadi berbagai hidangan seperti telur dadar, telur rebus, telur ceplok dan telur orak-arik.
Namun, terdapat sebagian orang yang lebih menyukai telur setengah matang. Mereka menganggap teksturnya lembut dan rasanya yang lebih gurih dibandingkan telur matang sempurna.
Telur setengah matang juga dianggap lebih mudah dicerna oleh tubuh dan sering dikonsumsi sebagai menu sarapan, baik disajikan dengan nasi, roti, maupun mi. Selain itu, cara memasaknya yang cepat membuat telur setengah matang menjadi pilihan praktis bagi banyak orang.
Fakta tentang Telur Setengah Matang
Dari sisi kandungan gizi, telur setengah matang tetap mengandung protein, lemak sehat, vitamin dan mineral penting seperti halnya telur matang. Namun, cara penyajian seperti ini berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella yang dapat memicu keracunan makanan.
Dikutip dari Halodoc, kontaminasi bakteri Salmonella dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai gejala seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, kram perut hingga diare. Selain itu, infeksi Salmonella juga dapat menyebabkan pecahnya dinding usus, sehingga memicu peradangan di dinding perut (peritonitis).
Cara Mengolah Telur yang Aman
Infeksi bakteri Salmonella sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi pada ayam, sehingga telur yang dihasilkan tetap aman dikonsumsi meskipun disajikan setengah matang. Namun, jika tidak ada kepastian bahwa ayam penghasil telur telah divaksin, sebaiknya telur dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengolah telur berikut agar terhindar dari bakteri Salmonella pada telur. Cuci tangan sebelum dan setelah memasak telur, lalu pastikan masak telur sampai matang.
Dikutip dari Alodokter, jika memasak telur goreng pastikan kedua sisi matang sempurna. Sementara itu, untuk memasak telur rebus setidaknya telur perlu waktu 12 menit dalam air mendidih.
Selain itu, cara menyimpan telur juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi perantara penyebaran bakteri. Pastikan untuk tidak menyimpan telur lebih dari 30 hari, jika ingin menyimpan telur di kulkas maka tempatkan terpisah dengan bahan makanan lain. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022