Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 19.11 WIB

Peneliti Jepang Temukan Bakteri yang Mampu "Melahap" PFAS Bahan Kimia Abadi

Foto memperlihatkan media kultur bakteri yang mampu mengurangi konsentrasi PFAS, yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi". (Hideyuki Inui, Associate Professor Universitas Kobe/Kyodo) - Image

Foto memperlihatkan media kultur bakteri yang mampu mengurangi konsentrasi PFAS, yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi". (Hideyuki Inui, Associate Professor Universitas Kobe/Kyodo)

JawaPos.com - Tim peneliti Jepang menemukan sejumlah jenis bakteri di sedimen sungai yang tercemar bahan kimia "abadi" atau per and polyfluoroalkyl substances (PFAS) yang mampu mengurangi konsentrasi zat tersebut.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (23/8), temuan tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan metode dekontaminasi PFAS yang memanfaatkan bakteri dari lingkungan alami dan berpotensi lebih murah.

Temuan yang dipimpin Universitas Kobe itu membuka peluang baru untuk menangani PFAS, kelompok bahan kimia yang dikenal sangat sulit terurai karena ikatan karbon-fluorin di dalamnya merupakan salah satu ikatan kimia terkuat.

PFAS dalam beberapa tahun terakhir menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan global karena dapat terakumulasi di air, tanah, dan satwa liar.

Bahan kimia tersebut dikenal memiliki kemampuan menolak air dan minyak serta sangat stabil secara kimia. PFAS juga ditemukan dalam konsentrasi tinggi di sekitar sejumlah fasilitas militer dan kawasan industri.

PFAS digunakan dalam berbagai produk, mulai dari bahan tekstil hingga busa pemadam kebakaran.

Jepang melarang produksi dan impor sejumlah jenis PFAS, dengan beberapa pengecualian. Di antaranya PFOS atau perfluorooctanesulfonic acid dan PFOA atau perfluorooctanoic acid.

"Jika kita dapat membiakkan dan menggunakan bakteri yang dikumpulkan dari lingkungan alami, kita akan dapat melakukan dekontaminasi dengan biaya lebih rendah," kata Hideyuki Inui, profesor madya Universitas Kobe.

Tim peneliti mengambil sampel sedimen dari sepanjang Sungai Samondo di Prefektur Osaka. Mereka kemudian mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri yang mampu mengurangi konsentrasi PFOS dan PFOA.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan secara daring dalam edisi Agustus Journal of Water Process Engineering.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore