
Foto memperlihatkan media kultur bakteri yang mampu mengurangi konsentrasi PFAS, yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi". (Hideyuki Inui, Associate Professor Universitas Kobe/Kyodo)
JawaPos.com - Tim peneliti Jepang menemukan sejumlah jenis bakteri di sedimen sungai yang tercemar bahan kimia "abadi" atau per and polyfluoroalkyl substances (PFAS) yang mampu mengurangi konsentrasi zat tersebut.
Seperti dilansir Kyodo, Minggu (23/8), temuan tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan metode dekontaminasi PFAS yang memanfaatkan bakteri dari lingkungan alami dan berpotensi lebih murah.
Temuan yang dipimpin Universitas Kobe itu membuka peluang baru untuk menangani PFAS, kelompok bahan kimia yang dikenal sangat sulit terurai karena ikatan karbon-fluorin di dalamnya merupakan salah satu ikatan kimia terkuat.
PFAS dalam beberapa tahun terakhir menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan global karena dapat terakumulasi di air, tanah, dan satwa liar.
Bahan kimia tersebut dikenal memiliki kemampuan menolak air dan minyak serta sangat stabil secara kimia. PFAS juga ditemukan dalam konsentrasi tinggi di sekitar sejumlah fasilitas militer dan kawasan industri.
PFAS digunakan dalam berbagai produk, mulai dari bahan tekstil hingga busa pemadam kebakaran.
Jepang melarang produksi dan impor sejumlah jenis PFAS, dengan beberapa pengecualian. Di antaranya PFOS atau perfluorooctanesulfonic acid dan PFOA atau perfluorooctanoic acid.
"Jika kita dapat membiakkan dan menggunakan bakteri yang dikumpulkan dari lingkungan alami, kita akan dapat melakukan dekontaminasi dengan biaya lebih rendah," kata Hideyuki Inui, profesor madya Universitas Kobe.
Tim peneliti mengambil sampel sedimen dari sepanjang Sungai Samondo di Prefektur Osaka. Mereka kemudian mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri yang mampu mengurangi konsentrasi PFOS dan PFOA.
Hasil penelitian tersebut diterbitkan secara daring dalam edisi Agustus Journal of Water Process Engineering.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022