Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 September 2025, 16.47 WIB

7 Buah yang Tidak Boleh Dimakan saat Batuk, Waspadai Agar Sakit Tidak Makin Parah

Buah Jeruk (Canva) - Image

Buah Jeruk (Canva)

JawaPos.com - Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk biasanya memiliki kandungan asam tinggi atau tekstur keras yang berisiko mengiritasi tenggorokan sensitif.

Meski buah kaya vitamin dan serat, tidak semua jenis aman dikonsumsi ketika batuk karena bisa meningkatkan produksi lendir atau memperburuk peradangan.

Agar batuk tidak semakin parah, penting mengetahui buah yang sebaiknya dihindari saat sakit, sehingga pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Dilansir dari laman Alodokter dan Hello Sehat, berikut ini daftar buah yang tidak boleh dimakan saat batuk agar tenggorokan tidak semakin teriritasi.

Baca Juga: Resep Apple Fritter ala Luvita Ho, Gorengan Buah dengan Glaze Manis ala Bule

1. Jeruk

Jeruk dikenal kaya vitamin C, tetapi kandungan asam sitrat tinggi di dalamnya bisa memperparah iritasi tenggorokan ketika batuk menyerang.

Konsumsi jeruk saat batuk juga dapat meningkatkan produksi lendir sehingga memperberat gejala terutama bagi penderita dengan saluran pernapasan sensitif.

Jika tenggorokan sudah meradang, rasa asam jeruk justru memperparah rasa perih serta membuat refleks batuk semakin sering terjadi.

Untuk pemulihan lebih cepat, sebaiknya hindari jeruk sementara waktu hingga batuk benar-benar sembuh dan tenggorokan kembali pulih.

Baca Juga: Siap-siap Jadi Bos Pengusaha yang Tinggal Kipas Uang, 5 Shio Ini Penuh Kharisma dan Dihormati Anak Buah

2. Lemon

Lemon juga termasuk buah dengan kandungan asam tinggi yang bisa memicu rasa perih di tenggorokan ketika batuk.

Pada sebagian orang, konsumsi lemon atau air lemon justru membuat gejala batuk semakin parah karena sifat asamnya memperburuk peradangan.

Meski sering dianggap menyehatkan, lemon sebaiknya tidak dikonsumsi saat tenggorokan sedang sensitif akibat batuk maupun radang.

Mengganti lemon dengan buah bertekstur lembut seperti pisang matang lebih aman untuk mendukung pemulihan batuk.

3. Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang bermanfaat membantu pencernaan dan melunakkan makanan, bahkan dipercaya melegakan saluran pernapasan.

Namun, pada sebagian orang, bromelain bisa menimbulkan iritasi tenggorokan, terutama ketika sedang batuk atau mengalami peradangan.

Dilansir dari Hello Sehat, bromelain juga berpotensi menimbulkan alergi dengan gejala berupa kesulitan bernapas, mual, dan muntah.

Oleh karena itu, nanas sebaiknya dihindari sementara waktu saat batuk agar tenggorokan tidak makin perih dan proses pemulihan optimal.

4. Mangga Muda

Mangga muda memiliki rasa asam kuat akibat tingginya kandungan asam organik sehingga bisa memperparah batuk dan peradangan tenggorokan.

Selain rasa asam, teksturnya yang berserat keras dapat menambah ketidaknyamanan ketika tenggorokan dalam kondisi sensitif.

Konsumsi mangga muda saat batuk berisiko membuat tenggorokan terasa lebih sakit serta memperlambat pemulihan.

Untuk pilihan lebih aman, konsumsilah mangga matang yang lembut, manis, dan tidak mengandung rasa asam terlalu tinggi.

5. Salak

Salak memiliki tekstur keras dan serat kasar sehingga berisiko memperburuk iritasi tenggorokan saat seseorang sedang batuk.

Pada penderita batuk kering, konsumsi salak dapat menyebabkan tenggorokan semakin gatal dan batuk semakin sering muncul.

Selain itu, serat kasar salak membuat proses menelan terasa lebih sulit dan memperparah kondisi radang tenggorokan.

Sebaiknya pilih buah lembut seperti pepaya matang yang lebih mudah dicerna dan tidak mengiritasi saluran tenggorokan.

6. Rambutan

Rambutan dikenal manis dan digemari, tetapi saat batuk sebaiknya dibatasi karena bisa menimbulkan rasa gatal di tenggorokan.

Dalam masyarakat, rambutan disebut sebagai buah “panas” yang dapat memperburuk iritasi saat tenggorokan meradang.

Selain itu, kadar gula cukup tinggi dalam rambutan bisa membuat tenggorokan terasa lengket dan memperparah batuk.

Untuk pemulihan lebih aman, gantilah rambutan dengan buah rendah gula dan bertekstur lembut seperti apel kukus.

7. Durian

Durian dikenal beraroma kuat dan memiliki rasa manis legit, tetapi sebaiknya tidak dimakan ketika sedang batuk.

Kandungan durian sering memicu sensasi panas di tenggorokan yang bisa memperburuk iritasi akibat peradangan.

Selain itu, durian tergolong buah berat dengan kadar lemak dan kalori tinggi yang tidak ideal dikonsumsi saat sakit.

Menghindari durian selama batuk berlangsung membantu mempercepat pemulihan dan mencegah tenggorokan semakin meradang.

Buah memang penting untuk menjaga kesehatan, tetapi tidak semua aman dimakan ketika batuk karena bisa memperburuk kondisi tenggorokan.

Jenis buah asam dan berserat kasar seperti jeruk, lemon, atau salak sebaiknya dihindari sementara waktu agar batuk tidak bertambah parah.

Begitu juga dengan buah manis seperti rambutan dan durian, yang berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Sebagai gantinya, pilihlah buah manis bertekstur lembut seperti pisang matang, pepaya, atau apel kukus untuk membantu pemulihan.

Dengan konsumsi buah yang tepat, proses penyembuhan batuk akan lebih cepat dan kesehatan tenggorokan bisa segera pulih kembali.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore