
Ilustrasi seseorang yang sedang menghadapi traumanya.
JawaPos.com – Pengalaman buruk yang meninggalkan trauma bisa bertahan bukan hanya berbulan-bulan, tapi bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.
Sering kali kita mendengar pepatah, “waktu akan menyembuhkan luka,” tapi kenyataannya tidak semua luka bisa hilang hanya karena berjalannya waktu.
Pernahkah kalian merasa sebuah kejadian pahit masih begitu jelas dalam ingatan, seolah baru saja terjadi kemarin?
Misalnya, ketika pernah mengalami sakit hati yang begitu dalam, lalu tanpa sadar hal itu membuat kita menutup diri dari orang baru yang mencoba mendekat.
Tenang, kalian tidak sendirian. Menurut penelitian Ancelin dkk. (2020), sekitar 35,4% responden dari 212 orang mengalami gejala trauma yang cukup mendalam.
Artinya, menyimpan trauma lama bukanlah hal yang aneh dan otak kita punya alasan kuat kenapa itu bisa terjadi.
Ingin tahu lebih lanjut tentang trauma dan otak? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Psychcentral dan University of Northern Colorado.
1. Cara Otak Mencerna Trauma
Otak pada dasarnya dirancang untuk melindungi kita dari bahaya.
Masalahnya, saat kita mengalami peristiwa traumatis, otak sering kali “menyimpan” memori itu dengan cara yang berbeda dibanding pengalaman biasa.
Bukan sebagai cerita utuh, melainkan berupa potongan emosi, rasa takut, atau bahkan sensasi tubuh yang begitu melekat.
Menurut penelitian, hal ini terjadi karena trauma langsung mengaktifkan amygdala atau simpelnya bagian otak yang berfungsi sebagai “alarm bahaya.”
Ketika alarm ini menyala, otak memutuskan untuk menyimpan pengalaman traumatis dalam bentuk fragmen emosional dan sensorik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
