
Mimisan Pada Anak Terjadi Akibat Beberapa Kondisi (beingtheparent.com)
JawaPos.com - Mimisan atau epistaksis adalah kondisi keluarnya darah dari hidung, akibat pecahnya pembuluh darah kecil di dalam rongga hidung. Keadaan ini cukup sering terjadi dan umumnya bukanlah hal yang berbahaya. Mimisan dapat dialami siapa saja, dengan durasi dan jumlah darah yang berbeda-beda pada tiap kondisinya.
Mimisan umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak kisaran umur 3-10 tahun yang aktif bermain. Hal ini karena pembuluh darah pada rongga hidung anak lebih tipis, sehingga mudah pecah. Terlebih jika anak memiliki kebiasaan mengorek hidung, maka itu akan meningkatkan risiko terjadinya mimisan.
Gejala ini sebenarnya tidak berbahaya karena mimisan adalah kondisi yang normal. Jika hanya terjadi beberapa kali dan durasinya sebentar, seseorang yang perlu beristirahat dan perbanyak minum air. Namun, jika frekuensi mimisan lebih sering dan terjadi lebih dari 15-20 menit, kondisi tersebut perlu mendapat penanganan serius.
Penyebab Seseorang Mengalami Mimisan
Mimisan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di bagian depan (anterior) maupun belakang (posterior) hidung. Kondisi ini biasanya dipicu oleh udara dalam hidung yang kering, lalu diperburuk dengan kebiasaan mengorek hidung terlalu kuat.
Hal tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah halus di dalam hidung pecah sehingga mengeluarkan darah. Berdasarkan pengamatan dokter di beberapa kasus, darah dari mimisan bisa mengalir hingga ke tenggorokan.
Jenis-jenis Mimisan
Dikutip dari Halodoc, jenis mimisan terbagi dua berdasarkan letak sumber pendarahannya. Yang pertama adalah mimisan anterior, kondisi mimisan yang sumber darahnya berasal dari bagian depan hidung. Biasanya pembuluh darah yang pecah ada di bagian pembatas antara kedua lubang hidung (septum).
Jenis yang kedua adalah mimisan posterior, yaitu kondisi pecahnya pembuluh dari di bagian belakang hidung. Kondisi ini biasanya hanya terjadi akibat masalah kesehatan tertentu, serta membutuhkan penanganan yang lebih khusus.
Cara Penanganan
Jika kamu mengalami mimisan atau menemukan kondisi tersebut di lingkungan sekitar. Dikutip dari Alodokter, lakukan cara berikut untuk pertolongan pertama. Langkah pertama yaitu duduk dengan tegak dan jangan mendongak atau berbaring. Hal ini agar tekanan darah dalam hidung berkurang dan darah tidak mengalir ke otak.
Kemudian, condongkan badan ke depan agar darah mengalir keluar dan tutup luban hidung menggunakan jari sekitar 10-15 menit. Berikutnya kamu bisa kompres bagian pangkal hidung menggunakan air dingin, agar pendarahan bisa terhambat.
Setelah aliran darah terhenti, disarankan untuk tidak membungkuk, mengorek hidung atau melakukan aktivitas berat lainnya yang melelahkan. Hal tersebut agar tidak terjadi iritasi pada hidung dan mencegah terjadinya mimisan yang berulang. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022