Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 06.55 WIB

Kanker Pankreas dan Cara Pengobatannya Melalui Operasi Whipple, Apa Itu?

Ilustrasi kanker pankreas. (Istimewa) - Image

Ilustrasi kanker pankreas. (Istimewa)

JawaPos.com - Kanker pankreas dikenal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sulit terdeteksi sejak dini dan punya angka kematian yang tinggi. Gejalanya sering kali samar mulai dari nyeri di perut bagian atas, penurunan berat badan, hingga penyakit kuning.

Penyakit ini juga seringkali baru terasa ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut. Salah satu tipe paling umum adalah adenokarsinoma pankreas yang biasanya muncul di kepala pankreas.

Meski terdengar menakutkan, harapan tetap ada. Operasi Whipple atau pancreaticoduodenectomy kini menjadi pilihan utama untuk menangani kanker pankreas stadium awal hingga menengah. Prosedur ini memungkinkan pengangkatan jaringan kanker secara menyeluruh, sehingga peluang hidup pasien bisa jauh lebih baik.

Operasi Whipple sendiri tergolong prosedur besar karena melibatkan pengangkatan beberapa organ sekaligus, seperti kepala pankreas, duodenum, kantong empedu, dan sebagian saluran empedu. Namun dengan penanganan yang tepat, operasi ini dapat mengendalikan penyakit sekaligus memperbaiki kualitas hidup pasien.

dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, Konsultan Bedah Digestif Bethsaida Hospital mengatakan, kemajuan teknologi medis juga memberi opsi yang lebih nyaman. Selain metode bedah terbuka, beberapa rumah sakit kini menawarkan pendekatan laparoskopi yang lebih minimal invasif.

Dengan teknik ini, operasi dilakukan melalui sayatan kecil dibantu kamera dan alat khusus, sehingga pemulihan pasien umumnya lebih cepat, rasa nyeri lebih ringan, dan risiko perdarahan lebih rendah.

“Whipple adalah pilihan utama jika kanker pankreas masih berada di area kepala pankreas dan belum menyebar. Di Bethsaida Hospital, kami menyediakan dua metode, yaitu open surgery dan laparoskopi. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, pendekatan laparoskopi bisa menjadi pilihan yang jauh lebih nyaman, dengan hasil yang tetap optimal,” ujar dr. Eko, Selasa (15/7).

Tentunya, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Oleh sebab itu, keputusan mengenai jenis tindakan akan diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh bersama tim medis. Penanganan kanker pankreas juga tak hanya berhenti pada operasi saja. Dibutuhkan fasilitas lengkap, diagnosis yang akurat, serta pendampingan pasca operasi yang intensif.

“Penanganan pasien di Bethsaida dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evaluasi pra-operasi, tindakan bedah dengan teknologi terkini, hingga pemulihan pasca operasi yang terpantau dengan baik. Didukung oleh dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya dan fasilitas yang lengkap, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien,” ungkap dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Pendekatan holistik inilah yang membuat proses penyembuhan tidak hanya menargetkan hasil klinis semata, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan pemulihan jangka panjang pasien.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore