Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 18.09 WIB

Agar Tak Salah Mengerti, Ketahui Ragam Disabilitas dan Perbedaannya

Sejumlah siswa disabilitas mengikuti luar ruangan di kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. - Image

Sejumlah siswa disabilitas mengikuti luar ruangan di kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.

JawaPos.com – Ada beberapa ragam disabilitas yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya, yaitu gangguan penglihatan, tuli atau sulit mendengar, kondisi kesehatan mental, disabilitas intelektual, cedera otak setelah lahir, gangguan spektrum autisme, atau disabilitas fisik.

Istilah disabilitas berasal dari bahasa inggris, yaitu different ability, yang artinya manusia memiliki kemampuan yang berbeda.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan, dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga Negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Sebagaimana dilansir dari Halodoc, berikut jenis-jenis disabilitas dan perbedaannya:

1. Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan mengacu pada kondisi buta atau penglihatan sebagian. Ini adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan penglihatan:

- Selalu memperkenalkan diri sebelum berbicara.
- Tanyakan apakah pengidap membutuhkan bantuan. Jika iya, dengarkan instruksi khusus yang diberikan.
- Jika membantu pengidap berjalan, biarkan mereka yang memegang tangan terlebih dulu, bukan merarik tangannya. - Jelaskan kondisi lingkungan, seperti hambatan di jalan, kendaraan yang ramai, dan lain-lain.
- Jika melihat pengidap dengan seekor anjing, anjing tersebut berperan sebagai pemandu. Jadi jangan ditepuk, diberi makan, atau diganggu.

2. Tuli atau sulit mendengar

Jenis disabilitas ini bisa terjadi dalam intensitas ringan hingga berat. Ini adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan pendengaran:

- Melihat dan berbicara langsung kepada pengidap. Bukan hanya pada pendamping atau penerjemahnya.
- Berbicara dengan jelas menggunakan nada suara normal, kecuali jika pengidap menginstruksikan kamu untuk berbicara dengan pendampingnya saja.
- Jika tidak mengerti apa yang dikatakan, minta mereka untuk mengulangi kata, atau menawarkan pena dan kertas.

3. Kondisi kesehatan mental

Gangguan mental adalah istilah umum untuk menggambarkan sekelompok penyakit yang mempengaruhi pikiran atau otak.

Penyakit ini meliputi gangguan bipolar, depresi, skizofrenia, kecemasan dan gangguan kepribadian yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak.

Pengidap cenderung mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, akibat proses pengobatan yang dilakukan. Berikut adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan kesehatan mental:

- Memberikan penjelasan dan instruksi yang jelas serta menyeluruh. Tuangkan dalam tulisan jika diperlukan.
- Memberikan fleksibilitas waktu kerja yang lebih besar, agar mereka dapat menjalani pengobatan dan pelatihan untuk mengatasi penyakitnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore