
Ilustrasi mie instan. / Freepik.com
JawaPos.com – Mie instan adalah salah satu makanan digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meskipun memiliki aroma yang sedap dan rasa yang lezat, ternyata mie instan memiliki efek kurang baik bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.
Pasalnya, mie instan telah melewati beberapa proses produksi. Mulai dari pengukusan mie, pengeringan, lalu penggorengan hingga kering, pendinginan, dan proses pengemasan.
Tahapan tersebut tentunya memicu terjadinya proses kimiawi berlebih yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Meski sebagian besar mie instan rendah kalori, serat, dan protein, tetapi makanan siap saji tersebut kaya akan kandungan karbohidrat, lemak, dan natrium yang dapat memicu berat badan berlebih atau obesitas hingga menimbulkan berbagai penyakit serius lainnya.
Oleh sebab itu, mie instan sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari agar dapat terhindar dari sejumlah ancaman kesehatan serius yang dapat menyerang kapan saja.
Dilansir dari Parkway East Hospital, Selasa (30/1), berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa mie instan dinilai kurang baik bagi tubuh.
Mie instan merupakan salah satu makanan cepat saji penyumbang natrium terbesar. WHO telah merekomendasikan asupan natrium sejumlah 2 gram per hari.
Jika berlebihan, maka dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya, seperti kanker perut, jantung, dan stroke.
Mie instan mengandung MSG yang berfungsi untuk meningkatkan rasa dan kelezatan pada makanan. MSG merupakan zat tambahan yang sangat umum ditemukan di berbagai makanan olahan.
Meskipun penggunaannya telah disetujui oleh FDA, namun konsumsi MSG berlebihan dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti nyeri otot, nyeri dada, jantung berdebar, dan kulit memerah.
Selain itu, terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi MSG dapat memicu obesitas dan peningkatan tekanan darah tinggi.
Kendati demikian, secara umum jumlah MSG yang ditemukan dalam mie instan kemungkinan besar tidak menimbulkan efek samping selama dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
