
Ilustrasi - Meditasi di pagi hari. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dialami seseorang biasanya tidak memiliki gejala khusus, tapi salah satu cara mengetahuinya dengan pemeriksaan tekanan darah.
Menurut Mayo Clinic, seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat merusak berbagai bagian tubuh termasuk arteri, jantung, otak, ginjal, mata, dan banyak lagi.
Untungnya, ada kebiasaan gaya hidup sehat yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
“Mencoba perubahan ini di pagi hari ketika tekanan darah mulai meningkat, bahkan sebelum bangun adalah saat yang sangat baik untuk memulai,” kata dokter spesialis jantung John Higgins, dikutip JawaPos.com dari Livestrong, Jumat (19/1).
Higgins menambahkan pagi hari menjadi waktu di mana kejadian penyakit jantung seperti stroke atau serangan jantung lebih mungkin terjadi. Terkadang, masalah jantung ini sebagian disebabkan oleh peningkatan tekanan darah.
Untuk menghindari hipertensi, terdapat lima kebiasaan baik yang harus dilakukan di pagi hari:
Secangkir kopi di pagi hari dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang tidak sehat karena kafein bersifat stimulan yang membuat semangat, tetapi juga memicu hipertensi.
Beberapa ahli percaya bahwa kafein dapat memblokir hormon yang membantu melebarkan arteri dan menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan lebih banyak adrenalin, menurut Mayo Clinic.
“Dua hingga empat cangkir kopi (kira-kira 200 hingga 300 miligram kafein) biasanya akan meningkatkan tekanan darah sekitar 8 mm Hg sistolik dan 6 mm Hg diastolik,” jelas Higgins.
Namun, untuk membantu menjaga tekanan darah pagi tetap stabil, mulailah hari dengan secangkir kopi tanpa kafein. Jika masih menginginkan kafein, tunda hingga siang dan konsumsi satu cangkir saja.
Melewatkan waktu makan sebenarnya bisa berdampak besar pada tekanan darah. Menurut International Journal of Hypertension, tak sarapan dikaitkan dengan hipertensi pada orang dewasa.
Bukan hanya waktu kapan makan, tetapi apa yang dimakan juga sama pentingnya. Misal, parfait yogurt rendah lemak dengan kacang-kacangan dan buah-buahan jadi sarapan seimbang meningkatkan tekanan darah karena beberapa alasan, ungkap Higgins.
Salah satunya, kacang-kacangan kaya akan omega-3 atau lemak sehat. Hanya satu cangkir kacang-kacangan (kenari, almond, atau hazelnut) setiap hari dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik hingga 8 mm Hg.
“Mengonsumsi gula dapat mempengaruhi jalur dalam tubuh yang berhubungan dengan hormon aldosteron dan peptida endothelin, keduanya membantu mengatur tekanan darah,” papar Higgins.
“Ditambah lagi, kadar gula yang tinggi berhubungan dengan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri) menyebabkan arteri menjadi lebih kaku dan pada akhirnya peningkatan tekanan darah,” tambahnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
