
SEHAT: Konsumsi buah membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Penderita jantung disarankan mengurangi asupan garam, gula, dan protein hewani.
JawaPos.com - Penderita penyakit jantung perlu memperhatikan pola makan dengan lebih cermat. Ada satu tips untuk menjaga dan meminimalkan risiko tersebut, yaitu menjaga keseimbangan kadar asam dan basa dalam darah.
Mengadopsi pola makan berbasis nabati lebih menguntungkan karena bisa mengubah suasana darah menjadi basa. Sementara itu, makanan berbasis hewani akan mengubah suasana darah menjadi asam.
Pengurus DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim Ika Mukti mengatakan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang sangat penting. Dia pun tak melarang penderita mengonsumsi makanan hewani. Asalkan diimbangi dengan makanan nabati seperti sayuran dalam jumlah cukup atau lebih banyak.
’’Mengubah kebiasaan makan orang itu susah. Jadi, melarang makan sesuatu justru dapat menghambat keberhasilan. Sebaiknya memperbaiki pola makan dengan cara yang menyenang kan,’’ katanya Rabu (27/9).
Ika menegaskan, sebisanya asupan kalori tidak melebihi kebutuhan per hari. Namun, juga jangan kurang asupan hingga memengaruhi kebutuhan tubuh. Disarankan lebih selektif menyeleksi sumber lemak.
Yang paling baik bagi tubuh adalah asam lemak tidak jenuh tunggal seperti minyak zaitun, alpukat, dan minyak kanola serta asam lemak tak jenuh ganda yang banyak terdapat pada ikan.
’’Itu lebih baik untuk kesehatan kardiovaskular. Sedangkan lemak jenuh masih boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya menggunakan minyak kelapa dan menghindari minyak kelapa sawit,’’ jelasnya.
Lalu, bagaimana dengan mengonsumsi ikan? Itu tak menjadi masalah asal secu kupnya. Kebanyakan ikan mengandung lemak rantai panjang dalam bentuk DHA dan EPA yang baik untuk kesehatan jantung.
Dianjurkan mengonsumsi ikan berlemak dua kali seminggu. Lemak dalam ikan sangat cepat rusak. ’’Bisa dilihat saat menggoreng ikan, pasti minyaknya langsung kotor,’’ lanjutnya.
Ika mengingatkan pentingnya mem batasi asupan garam bagi yang meng alami peningkatan tekanan darah. Gunakan garam beryodium secukupnya.
Mengurangi asupan garam dapat dilakukan dengan mengurangi makan di luar atau jajan, konsumsi makanan olahan, dan makanan yang mengandung garam tinggi. ’’Gunakan garam sesuai kebutuhan,’’ ujar Ika.
Memperhatikan konsumsi gula juga menjadi hal wajib. Sebab, gula berlebih meningkatkan asupan kalori dan memicu reaksi keradangan sebagai cikal bakal berbagai penyakit.
Untuk menjaga kesehatan jantung, Ika mengimbau masyarakat juga semakin sadar menjaga kebugaran fisiknya sejak muda. ’’Variasi makanan kuncinya supaya tidak bosan,’’ paparnya. (dho/c7/ai)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
