Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2020 | 03.42 WIB

Tetap Aman Nikmati Sinar Matahari, Cek Level UV sebelum Berjemur

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Di tengah pandemi Covid-19, banyak informasi yang bertebaran terkait cara meningkatkan imunitas demi menangkal serangan virus. Salah satunya, berjemur. Kapankah waktu paling tepat untuk berjemur? Ada berbagai versi yang muncul. ”Memang hal itu sedang jadi topik diskusi. Ada yang bilang sebelum jam 10, ada yang malah setelah jam 11,” ujar dr Ni Putu Ary Widhyasti Bandem MKes SpKK FINSDV FAADV.

Ary mengatakan, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa sinar matahari bisa membunuh virus korona. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Surabaya tersebut lebih menekankan agar masyarakat juga memikirkan risiko berjemur.

Adanya gelombang UV pada sinar matahari sudah lama menjadi ”musuh” kulit. Ia dikenal sebagai penyebab adanya photo aging dan kanker kulit. Menurut hasil penelitian WHO melalui proyek INTERSUN, paparan UV berlebihan bisa menimbulkan sunburn. Derajatnya beragam, mulai kulit kemerahan hingga rasa perih pada kulit. Paparan UV berlebihan juga disebutkan berisiko mengakibatkan tumor dan kanker pada kulit.

Ary mengatakan, dampak buruk paparan sinar UV tersebut bisa diminimalkan melalui penggunaan sunscreen atau photo protection. ”Jangan takut penggunaannya mengurangi manfaat baik dari sinar matahari itu sendiri,” ucap dokter spesialis kulit dan kelamin di National Hospital tersebut.

Vitamin D disebut mampu meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi virus. ”Tapi, ingat. Berapa lama berjemur, jam terbaik, caranya, hingga vitamin D tersintesis itu tidak bisa digeneralisasi,” tegasnya. Sebab, hal tersebut juga dipengaruhi banyak hal. Di antaranya, cuaca, ketinggian, ada tidaknya awan, serta kondisi musim. Jenis sunscreen dan pakaian yang digunakan juga berpengaruh pada penyerapannya.

Selain kondisi eksternal, sintesis vitamin D dipengaruhi pigmentasi setiap orang. ”Kalau warna kulit gelap berarti punya melanin lebih untuk proteksi UV, jadi tahan lebih lama berada di bawah sinar matahari,” jawabnya. Begitu pula dipengaruhi faktor makanan yang dikonsumsi, fungsi enzim, dan fungsi liver. Ada juga kondisi khusus yang membuat seseorang defisiensi vitamin D, hal tersebut hanya bisa diketahui saat pemeriksaan darah.

Ary menyarankan, seseorang perlu mengecek level UV sebelum berjemur. Ary mengatakan, indeks UV yang aman bagi kulit berada di angka 3. Paling mudah, angka tersebut bisa dilihat melalui aplikasi prakiraan cuaca di ponsel masing-masing. Kemarin, Ary sempat mendemonstrasikan indeks UV sekitar pukul 11 siang. ”Nah, ini sampai 11 lho UV index-nya, ini nggak aman bagi kulit,” tegasnya. Karena itu, Ary menegaskan pentingnya penggunaan sunscreen demi meminimalkan dampak negatif dari sinar UV.

Kondisi berjemur juga sebenarnya tidak berarti cukup duduk diam. Menurut Ary, seseorang bisa sambil melakukan hal kesukaan. Misalnya, yang dicontohkan Nadia Soewandito. Pegiat triatlon itu menggunakan waktu berjemurnya sembari pemanasan atau olahraga. ”Jadi, tubuh dipakai gerak sekaligus menyerap vitamin D,” ucapnya.

Tetap Aman Nikmati Sinar Matahari


  • Lindungi anak-anak saat bermain di luar ruangan. Pastikan bayi di bawah 12 bulan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

  • Sinar UV matahari paling kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00. Batasi paparan sinar matahari pada rentang waktu tersebut.

  • Gunakan pakaian yang nyaman, seperti kaus longgar, serta kacamata filter UV-A dan UV-B.

  • Gunakan sunscreen dengan SPF 15+.

  • Selalu ketahui level UV pada saat berjemur untuk menentukan berapa lama sebaiknya berjemur.


Sumber: Sunshine and Health: How to Enjoy the Sun Safely, WHO

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore