Ilustrasi seorang wanita yang mengalami sleep paralysis. (Freepik)
JawaPos.com - Tidur adalah kebutuhan biologis yang sangat penting bagi tubuh untuk memulihkan energi, memperbaiki sel-sel tubuh, dan menjaga fungsi otak tetap optimal. Saat tidur tubuh tidak benar-benar berhenti bekerja, tetapi justru menjalankan banyak proses penting dalam tubuh.
Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan fisik, emosional, dan mental seseorang. Kekurangan jam tidur akan berdampak negatif pada kesehatan, seperti kelelahan, sulit berkonsentrasi, penurunan daya ingat dan emosi yang tidak stabil.
Namun, pernahkah kamu merasa tidak bisa bergerak atau berbicara saat bangun tidur atau ketika akan tidur? Fenomena tersebut sering juga disebut dengan istilah ketindihan, untuk mengetahui penyebabnya mari simak penjelasan berikut.
Apa Itu Ketindihan
Dikutip dari Alodokter, ketindihan atau yang sering dikenal sebagai sleep paralysis merupakan gangguan tidur ketika seseorang tiba-tiba tidak mampu menggerakkan tubuh atau berbicara saat bangun tidur atau ketika akan tidur. Kondisi ini biasanya berlangsung singkat, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit.
Ketindihan juga sering disertai halusinasi yang terasa sangat nyata, orang yang mengalaminya mungkin merasa, melihat, mendengar atau bahkan merasakan sentuhan dari sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar ada.
Baca Juga: Bukan Cuma Nyeri Dada, dr. Vito Damay Ungkap 5 Gejala Sumbatan Jantung yang Jarang Disadari
Penyebab Ketindihan
Secara garis besar, proses tidur terdiri dari dua fase utama yaitu Non-rapid Eye Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement (REM). Fase NREM merupakan tahap awal tidur yang kemudian masuk ke tidur lelap. Pada fase ini, tubuh mulai rileks, detak jantung melambat, sel-sel tubuh memperbaiki jaringan, sementara aktivitas otak menurun dan tidak memunculkan mimpi.
Sedangkan, fase REM terjadi setelah tahap NREM dan merupakan periode saat mimpi terjadi. Pada fase ini, sistem saraf simpatis menahan aktivitas otot agar tidak bergerak sehingga tubuh berada dalam kondisi lumpuh sementara.
Ketindihan terjadi ketika seseorang terbangun di tengah fase ini. Ketika keadaan tersebut otak sudah kembali sadar, tetapi otot-otot tubuh masih berada dalam kondisi tidak bisa digerakkan. Selain itu ada beberapa faktor lain yang dapat memicu kondisi ini, seperti kurang tidur, pola tidur tidak teratur, stres dan penggunaan obat tertentu.
Gejala saat Mengalami Ketindihan

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
