
Seorang ibu yang mengurus anaknya yang sedang sakit (dok. freepik)
JawaPos.com - Leigh syndrome merupakan salah satu penyakit genetik langka yang biasanya muncul sejak masa bayi. Kondisi ini bersifat progresif dan memengaruhi sistem saraf pusat. Gejala yang muncul dapat berkembang dengan cepat, menyebabkan kehilangan keterampilan motorik, gangguan fungsi organ vital, bahkan penurunan drastis pada harapan hidup.
Melansir dari Medical News Today, Leigh syndrome pertama kali dikenali sebagai gangguan neurometabolik yang memengaruhi perkembangan bayi dan balita. Penyakit ini jarang terjadi, dengan perkiraan sekitar 1 dari 40.000 kelahiran hidup. Pada sebagian besar kasus, gejala muncul sebelum anak berusia dua tahun.
Meski demikian, terdapat kasus langka di mana Leigh syndrome muncul pada anak yang lebih besar, remaja, atau bahkan orang dewasa. Bentuk onset lambat ini biasanya memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan onset dini.
Penyakit ini berkembang secara cepat dan menyerang keterampilan dasar anak, seperti kemampuan mengisap, mengontrol kepala, hingga kemampuan berjalan. Seiring waktu, gejala akan bertambah parah dan memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
Dampak Terhadap Harapan Hidup
Leigh syndrome secara signifikan mengurangi harapan hidup. Sebuah penelitian tahun 2014 yang melibatkan 130 anak dengan kondisi ini menunjukkan usia rata-rata kematian adalah 2,4 tahun. Sebagian besar anak meninggal dalam waktu kurang dari dua tahun sejak gejala pertama muncul.
Penyebab kematian terbanyak adalah komplikasi pernapasan, progresivitas penyakit, serta infeksi. Hal ini menegaskan betapa seriusnya gangguan ini terhadap kualitas dan lama hidup penderitanya.
Penelitian terbaru tahun 2020 di Jepang menemukan hasil serupa. Dari 164 anak yang diteliti, sebanyak 40 telah meninggal dengan usia rata-rata kematian 31,5 bulan. Sebagian besar kematian terjadi sebelum anak berusia enam tahun, khususnya pada bayi dengan onset gejala sebelum enam bulan.
Menariknya, penelitian juga mencatat bahwa perbedaan metode perawatan dapat memengaruhi hasil. Rata-rata waktu bertahan hidup pasien yang ditangani dengan pendekatan multidisiplin lebih lama dibandingkan laporan sebelumnya.
Gejala dan Perkembangan Penyakit
Gejala awal Leigh syndrome biasanya muncul antara usia 3 bulan hingga 2 tahun. Anak dapat mengalami tangisan terus-menerus, sulit menyusu, muntah, kehilangan nafsu makan, mudah marah, serta kejang. Kehilangan keterampilan motorik yang sebelumnya sudah dikuasai juga menjadi tanda penting.
Seiring berkembangnya penyakit, anak mungkin menunjukkan kelemahan otot, penurunan tonus otot, serta episode asidosis laktat. Kondisi ini dapat merusak fungsi ginjal dan pernapasan, memperburuk kondisi secara signifikan.
Pada tahap lanjut, anak akan mengalami penurunan kesadaran, keterlambatan perkembangan yang semakin parah, hingga ketergantungan penuh pada perawatan medis.
Pilihan Perawatan dan Prognosis
Saat ini belum ada pengobatan standar yang terbukti efektif untuk menyembuhkan Leigh syndrome. Perawatan umumnya berfokus pada meredakan gejala, memperlambat progresivitas, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
