
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, didampingi sejumlah pejabat, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecam keras tindakan kekerasan verbal dan fisik terhadap dr. Syahpri, dokter subspesialis di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia mendorong penyelesaian secara hukum dilaksanakan hingga tuntas.
Kasus yang terjadi pada 12 Agustus 2025 itu dilakukan oleh keluarga pasien dengan memaksa dr. Syahpri untuk membuka masker di ruangan infeksius. Menurut Budi, hal ini tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.
“Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa dr. Syahpri. Kekerasan dan pelecehan terhadap siapa pun tidak dapat ditoleransi. Tenaga medis berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat menjalankan tugas,” tegas Budi Gunadi dalam akun Instagramnya, dikutip Jumat (15/8).
Menkes juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada dr. Syahpri yang bersedia mengabdi di daerah terpencil.
“Beliau adalah tenaga medis berkualitas yang mengabdi di Sekayu, lokasi yang ditempuh empat jam dari Palembang. Pengabdian seperti ini harus kita hargai, bukan malah dibalas dengan kekerasan,” ujarnya.
Untuk memastikan korban mendapatkan keadilan, Budi Gunadi telah menugaskan tim Kementerian Kesehatan untuk mendampingi langkah hukum yang diambil dr. Syahpri dan pihak RSUD Sekayu.
“Saya dukung sepenuhnya. Kasus ini harus dituntaskan melalui jalur hukum agar menjadi pelajaran dan memberikan efek jera,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus pemaksaan pelepasan masker terhadap seorang dokter di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan di media sosial.
Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 41 detik yang memperlihatkan keluarga pasien bersikap arogan terhadap tenaga medis yang kini berujung pada laporan polisi.
Kejadian bermula ketika Dokter Syahpri Putra Wangsa, SpPD, KGH, FINASIM, yang merupakan spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal hipertensi di RSUD Sekayu tengah memeriksa pasien di ruang perawatan infeksius.
Salah satu anggota keluarga pasien sambil merekam tiba-tiba meminta dirinya melepas masker yang dikenakan untuk menjelaskan pelayanan yang dianggapnya kurang memuaskan terhadap ibunya.
Permintaan tersebut ditolak secara halus karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. Namun, situasi memanas ketika seorang anggota keluarga pasien lain memegang bagian belakang leher dokter dan memaksanya membuka masker. Meski masker akhirnya terlepas, tindakan itu dilakukan di bawah tekanan fisik.
Keluarga pasien itu tetap meminta penjelasan Dokter Syahpri tanpa memakai masker.
"Buka masker kamu, dokter apa kamu jelaskan! Ini kami di ruang VVIP paling layak. Ibu saya sudah tiga hari dirawat, dokter ini cuma melihatkan hasil rontgen. Kamu belum tau kita, hah?!" ucap orang dalam video.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022