
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi
JawaPos.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung pembangunan industri plasma farmasi nasional sebagai langkah memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dengan perusahaan biofarmasi diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi berbasis plasma sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Budi mengatakan, pembangunan industri plasma nasional merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun industri strategis di sektor kesehatan. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor produk obat derivat plasma (PODP).
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," ujar Budi dalam keterangannya, Senin (13/7).
Ia menambahkan, kemitraan dengan Takeda sebagai investor industri ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan kesehatan pada masa mendatang.
"Melalui kemitraan dengan Takeda, kami berharap dapat memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan kesehatan di masa depan," katanya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma. Penetapan itu memungkinkan perusahaan mengembangkan kegiatan pengumpulan plasma dan fraksionasi secara bertahap sebagai fondasi pembangunan industri plasma nasional.
Pada tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga US$ 30 juta atau sekitar Rp 539 miliar dalam kurun dua tahun untuk membangun sejumlah bank plasma di Indonesia. Fasilitas tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum dikembangkan menjadi jaringan bank plasma nasional.
Seluruh bank plasma akan mengadopsi standar mutu internasional dengan memanfaatkan pengalaman global Takeda dalam pengelolaan donor plasma. Program tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium sekaligus mendorong transfer pengetahuan.
Presiden Plasma-Derived Therapies Takeda, Ramy Riad, mengatakan investasi itu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap PODP sekaligus mendukung pembangunan ekosistem plasma nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
