
Ilustrasi anak mimisan.
JawaPos.com - Mimisan atau dalam istilah medis disebut epistaksis adalah kondisi di mana terjadi perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah di bagian depan hidung. Kondisi ini cukup sering dialami oleh anak-anak, terutama di usia 3 hingga 10 tahun.
Sebagai orang tua, Anda tidak perlu langsung panik saat anak mengalami mimisan. Umumnya, mimisan dapat berhenti dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan medis khusus.
Menurut laman resmi RSP Universitas Andalas, kejadian mimisan pada anak-anak cenderung berkurang seiring bertambahnya usia dan jarang terjadi setelah anak memasuki masa pubertas.
Sementara itu, seperti yang dijelaskan dalam artikel dari rspondokindah.co.id, anak-anak lebih rentan mengalami mimisan saat cuaca dingin atau ketika udara di sekitar mereka kering. Selain itu, mimisan juga lebih sering muncul di pagi hari.
Meskipun pada umumnya mimisan bukanlah kondisi yang berbahaya, anak bisa saja merasa takut atau cemas saat melihat darah keluar dari hidungnya.
Di sisi lain, penting juga untuk diketahui bahwa walaupun mimisan jarang menjadi tanda kondisi serius, dalam beberapa kasus tertentu, mimisan bisa menjadi gejala awal dari gangguan kesehatan yang lebih berat.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan saat anak mengalami mimisan? Tenang, berikut ini beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa Anda lakukan untuk membantu si Kecil mengatasi mimisan dengan cepat dan aman.
1. Tetap Tenang dan Tenangkan Anak
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga ketenangan diri. Hindari panik, karena sikap panik justru bisa membuat anak semakin takut. Bersikap tenang akan membantu menenangkan si kecil juga.
2. Atur Posisi Duduk Anak dengan Benar
Segera dudukkan anak dalam posisi tubuh sedikit membungkuk ke depan. Posisi ini penting untuk mencegah darah masuk ke tenggorokan yang bisa membuat anak merasa mual atau bahkan muntah.
3. Beri Tekanan pada Bagian Lunak Hidung
Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan bagian lunak hidung (di bawah tulang hidung). Tekan dengan lembut namun mantap selama sekitar 10 hingga 15 menit tanpa dilepas.
Langkah ini membantu menghentikan perdarahan dengan memberikan tekanan pada pembuluh darah yang pecah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
