
Ilustrasi henti jantung. (jcomp/freepik)
JawaPos.com–Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa secara tiba-tiba. Henti jantung terjadi ketika jantung berhenti berdetak akibat gangguan impuls listrik yang mengatur ritme detak jantung.
Kondisi ini juga dikenal sebagai kematian jantung mendadak (sudden cardiac death). Jika tidak segera ditangani, henti jantung dapat berakibat fatal dalam hitungan menit. Banyak orang masih sering keliru membedakan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke jantung karena masalah pada sistem sirkulasi tubuh, biasanya akibat penyakit arteri koroner. Sementara itu, henti jantung terjadi ketika impuls listrik jantung mengalami gangguan, menyebabkan aritmia yang berujung pada berhentinya jantung.
Penyebab Henti Jantung
Henti jantung dapat dipicu berbagai faktor, namun dua penyebab utama yang paling umum adalah fibrilasi ventrikel dan fibrilasi atrium.
Jantung manusia memiliki empat ruang, dan dua bilik bawah disebut ventrikel. Saat fibrilasi ventrikel terjadi, bilik jantung ini bergetar tanpa kendali sehingga detak jantung menjadi tidak teratur. Akibatnya, darah tidak dapat dipompa dengan baik ke seluruh tubuh. Jika sirkulasi darah berhenti, kondisi ini bisa menyebabkan kematian mendadak.
Fibrilasi atrium terjadi akibat gangguan pada simpul sinoatrial (SA), yaitu bagian jantung yang mengatur ritme detak jantung. Jika impuls listrik tidak dikirim dengan benar, ventrikel tidak bisa memompa darah secara efisien. Akibatnya, pasokan darah ke organ vital seperti otak dan paru-paru terganggu, yang bisa berujung pada henti jantung mendadak.
Selain itu, menurut alodokter.com, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko henti jantung mendadak di antaranya kebiasaan merokok, obesitas morbid, diabetes, sleep apnea, gagal ginjal kronis, serta hipertensi dan kadar kolesterol tinggi.
Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit dalam darah (kalium dan magnesium), Riwayat keluarga dengan penyakit jantung, penggunaan narkotika seperti kokain atau amfetamin, dan jarang berolahraga serta gaya hidup tidak aktif.
Gejala Henti Jantung
Gejala awal henti jantung bisa muncul sebagai tanda peringatan sebelum kondisi memburuk. Beberapa tanda dari halodoc.com yang perlu diwaspadai pusing mendadak, sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, mual atau muntah, dan jantung berdebar tidak normal.
Pencegahan Henti Jantung Mendadak
Henti jantung mendadak dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk skrining penyakit jantung, serta menjaga kesehatan jantung secara optimal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung antara lain menghentikan kebiasaan merokok, menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas, menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi makanan bergizi yang baik untuk jantung, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik dan efektif

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
