
Bahaya konsumsi seblak terlalu sering. (Freepik)
JawaPos.com - Seblak merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Jawa Barat, khususnya daerah Bandung. Meskipun seblak sangat digemari oleh berbagai kalangan, konsumsi seblak yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.
Adapun bahan pokok terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan berbagai bumbu, serta tambahan bahan lain seperti sayuran, bakso, sosis, dan telur. Kerupuk yang digunakan dalam seblak umumnya digoreng atau direbus, dan memiliki kandungan kalori yang tinggi.
Bumbu pedas dari cabai mengandung capsaicin yang memberikan rasa pedas. Sementara itu, minyak dan penyedap rasa dapat menambah kandungan lemak dan natrium. Jika dilihat dari bahan-bahan pembuatan seblak seperti cabai atau sambal dalam jumlah yang sangat banyak, ditambah dengan garam.
Kemudian penyedap rasa dan bumbu lain yang jumlah sodiumnya mungkin melebihi rekomendasi harian kita, justru lebih berbahaya. Dalam seporsi seblak, kandungan nutrisi yang dominan pun hanya karbohidrat, dan tidak ada serat maupun protein yang seimbang.
Kalau dikonsumsi berlebihan, bisa menimbulkan diare, atau dalam jangka panjang, konsumsi sodium berlebih itu bisa memicu penyakit jantung. Dikutip dari KlikDokter pada Kamis (7/11), kebanyakan makan micin diketahui dapat memicu ketidakseimbangan kimia pada otak, sehingga ini bisa mengganggu fungsi normal organ seorang.
Lantas, apa saja penyakit yang ditimpulkan dari konsumsi seblak secara berlebihan ini? Seberapa bahanya?
1. Obesitas dan Sindrom Metabolik
Seblak yang tinggi kalori, terutama dari kerupuk, minyak, dan tambahan protein olahan. Seperti bakso dan sosis yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Adapun gejalanya, penambahan berat badan, resistensi insulin, kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, serta peningkatan risiko diabetes tipe 2.
2. Gastritis dan Tukak Lambung
Konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat mengiritasi lambung. Capsaicin dalam cabai merangsang produksi asam lambung yang berlebihan, menyebabkan peradangan pada lapisan lambung. Adapun gejalanya, nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung. Jika berlanjut, dapat menyebabkan tukak lambung, yaitu luka pada dinding lambung.
3. Hipertensi
Seblak seringkali mengandung garam dan penyedap rasa yang tinggi. Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Adapun gejalanya, tekanan darah tinggi, sakit kepala, pusing, dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. GERD
Makanan pedas dan berlemak tinggi seperti seblak dapat memicu naiknya asam lambung ke esofagus, menyebabkan gastroesophageal reflux disease (GERD). Adapun gejalanya, rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi makanan, dan kesulitan menelan.
5. Kolesterol Tinggi

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
