
Studi peningkatan Kanker pada Gen X dan Milenial. (Pexels/Thirdman)
JawaPos.com – Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh American Cancer Society (ACS) menunjukkan adanya peningkatan signifikan risiko kanker pada generasi X dan Milenial di Amerika Serikat.
Studi ini menyasar pada 34 jenis kanker pada individu yang lahir antara tahun 1920 dan 1990, dengan data dari 2000 hingga 2019.
Studi ini mengungkapkan bahwa generasi yang lebih muda seperti Gen X dan Milenial memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan 17 jenis kanker dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.
Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi kesehatan masyarakat untuk menangani beban kanker yang meningkat pada generasi ini.
Peningkatan risiko kanker pada generasi muda
Sebagaimana dilansir dari studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Public Health pada Senin (5/8) menemukan bahwa tingkat insidensi kanker terus meningkat pada generasi yang lebih muda untuk 17 dari 34 jenis kanker yang diteliti termasuk kanker payudara, pankreas, dan lambung.
Peneliti dalam studi tersebut juga mencatat tren peningkatan mortalitas sejalan dengan peningkatan insidensi untuk kanker hati (pada wanita), kanker korpus uteri, kantong empedu, testis, dan kolorektal.
Dr. Hyuna Sung, penulis utama studi ini dan ilmuwan senior di ACS, menjelaskan bahwa peningkatan risiko kanker ini mencerminkan eksposur yang lebih besar terhadap faktor risiko karsinogenik selama masa perkembangan penting dalam kehidupan mereka dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
“Kelompok kelahiran, kelompok orang yang diklasifikasikan berdasarkan tahun kelahiran mereka, memiliki lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan iklim yang unik, yang memengaruhi paparan mereka terhadap faktor risiko kanker selama tahun-tahun perkembangan penting mereka,” ujar Sung yang dilansir dari American Cancer Society pada Senin (5/8).
Faktor penyebab risiko yang mendasari
Beberapa faktor risiko yang berkontribusi pada peningkatan ini termasuk pola makan yang buruk, obesitas, paparan terhadap zat karsinogenik, serta gaya hidup yang kurang aktif.
Misalnya, enam dari delapan jenis kanker yang menunjukkan peningkatan insidensi terkait dengan obesitas.
Selain itu, perubahan lingkungan sosial dan ekonomi, serta peningkatan penggunaan teknologi dan gaya hidup sedentari (sedikit atau tidak ada aktivitas fisik), juga dianggap sebagai kontributor utama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
