Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Maret 2026, 22.10 WIB

Deteksi Aktivitas Sel Kanker Lebih Pasti dengan PET-CT Scan

Pemeriksaan berbasis nuklir menggunakan PET-CT Scan sel kanker memungkinkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terencana. (Istimewa). - Image

Pemeriksaan berbasis nuklir menggunakan PET-CT Scan sel kanker memungkinkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terencana. (Istimewa).

JawaPos.com - Bagi sebagian pasien, hasil pemeriksaan kanker terkadang masih menimbulkan keraguan akan keberadaan dan aktivitas sel kanker di dalam tubuh. Namun, kemajuan teknologi medis kini memungkinkan penilaian aktivitas sel kanker lebih awal, serta penentuan stadium penyakit melalui pemeriksaan berbasis nuklir menggunakan PET-CT Scan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terencana.

Di dunia kedokteran nuklir, PET-CT merupakan penggabungan dua teknologi yaitu, Positron Emission Tomography (PET) yang berfungsi untuk menilai aktivitas metabolisme dan fungsi sel, serta Computed Tomography (CT) untuk menampilkan struktur dan anatomi tubuh secara detail. 

Kombinasi ini menjadikan PET-CT berperan penting dalam manajemen kanker modern. dr. Yustia Tuti, SpKN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan, “PET-CT berperan mendeteksi kanker lebih awal dibandingkan dengan pencitraan konvensional.”

Selain itu, PET-CT Scan juga dapat menentukan stadium kanker. “Penentuan stadium ini sangat krusial karena memengaruhi pilihan pengobatan kanker. Dengan PET-CT Scan, dokter dapat mengetahui luas penyebaran kanker, termasuk ke kelenjar getah bening atau organ lain, sehingga penentuan stadium menjadi lebih akurat,” lanjut dr. Yustia. 

Tak sekadar mendeteksi penyakit, PET-CT Scan juga membantu merencanakan terapi yang tepat bagi penderita kanker. “Hasil PET-CT Scan digunakan sebagai dasar dalam menentukan apakah pasien memerlukan operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga kombinasi terapi. PET-CT Scan juga membantu menentukan area target terapi agar pengobatan lebih efektif dan minim risiko,” jelas dr. Yustia.

Lebih lanjut, dr. Yustia juga mengungkapkan peran PET-CT Scan  lainnya, yaitu mengevaluasi respon pengobatan. “PET-CT Scan menilai respons pengobatan bukan hanya dari ukuran tumor, tetapi dari aktivitas sel kanker. Dengan demikian, dokter dapat mengetahui efektivitas terapi lebih dini,” ujarnya.

Peran PET-CT Scan tidak berhenti pada pengobatan, tetapi juga mendeteksi kekambuhan kanker. “PET-CT Scan bermanfaat untuk mendeteksi kanker yang kambuh, terutama saat gejala kembali muncul, hasil pemeriksaan lain belum jelas, atau terjadi peningkatan penanda tumor. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan lebih cepat dan meningkatkan peluang keberhasilan terapi,” jelas dr. Yustia. 

Pemeriksaan PET-CT Scan sendiri telah banyak dimanfaatkan pada berbagai jenis kanker, antara lain payudara, paru, kolorektal, kepala dan leher, limfoma, serviks, dan ovarium. Pada kasus tertentu, pemeriksaan ini juga dimanfaatkan pada kanker prostat dengan zat radioaktif (radiofarmaka) khusus.

“PET-CT Scan kini tidak hanya untuk diagnosis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam evaluasi dan perencanaan terapi, termasuk terapi radiofarmaka dan radioterapi presisi, agar penanganan kanker lebih terarah dan personal,” ujar dr. Yustia.

Kanker sendiri masih menjadi penyakit yang paling mematikan dan memerlukan teknologi medis canggih seperti PET-CT Scan yang dapat mendeteksi kanker agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Namun, teknologi ini masih tergolong terbatas dan belum banyak tersedia di rumah sakit di Indonesia. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore