
Ilustrasi seseorang yang pemalu.
JawaPos.com – Saat masih anak-anak pasti pernah merasa malu atau canggung berhadapan dengan orang lain. Pada anak normal, perasaan seperti ini hanya muncul sesekali. Namun, Bagaimana jika saat beranjak dewasa hal ini masih berlanjut dan menjadi sebuah gangguan.
Saat dewasa merasa malu dan canggung karena bertemu orang lain, apalagi muncul kecemasan dan rasa takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Sesekali menghindari interaksi dengan orang lain adalah hal wajar. Namun, jika hal itu dilakukan terlalu sering, bisa jadi mungkin mengalami avoidant personality disorder.
Avoidant personality disorder istilah gangguan kepribadian yang membuat mereka sengaja menghindari interaksi dengan orang lain. Gangguan ini sering muncul saat masa kanak-kanak dan gejalanya akan semakin terlihat ketika penderitanya sudah beranjak dewasa.
Namun, dalam beberapa kasus gangguan ini berlangsung hingga dewasa, dilansir dari Alodokter, berikut informasi tentang avoidant personality disorder alias gangguan kepribadian menghindar.
Avoidant personality disorder adalah gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya menghindari interaksi sosial karena merasa lebih rendah dari orang lain. gangguan kepribadian menghindar ini tentunya berbeda dari sekadar rasa malu.
Berbeda dengan sifat pemalu pada umumnya, avoidant personality disorder membuat penderitanya sulit untuk menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain. Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian ini sering merasa malu, cemas, dan takut berlebihan terhadap penolakan dari orang lain.
Pengidap gangguan kepribadian cenderung menghindar dan memilih untuk menyendiri atau merasa kesepian dibandingkan untuk mencoba menjalin hubungan dengan orang lain.
Pengidap avoidant personality disorder juga kerap khawatir mengecewakan orang lain dan takut terhadap kritik yang ditujukan kepada dirinya. Mereka juga memiliki ketakutan terhadap penolakan yang amat besar sehingga cenderung menghindari berbagai aktivitas sosial.
Sebenarnya, penyebab dari gangguan kepribadian menghindar tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan ada faktor genetik, temperamen bawaan, karakter tiap individu, gaya yang sudah melekat dan lingkungan yang berperan dalam terbentuknya gangguan kepribadian menghindar.
Avoidant personality disorder juga dapat dipicu karena rasa trauma di masa kecil, Mereka yang mengalaminya dulu sering menerima penolakan dari teman atau orang tua sehingga rasa rendah diri pada mereka.
Selain itu, avoidant personality disorder juga bisa terjadi karena penderitanya pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti pelecehan fisik atau emosional, dikhianati oleh orang yang disayangi, pola asuh yang tidak baik, atau kurang mendapat kasih sayang dari orang tua.
Sama seperti gangguan kepribadian lainnya, avoidant personality disorder bukanlah kondisi yang mudah untuk ditangani. Perilaku menghindar ini menjadi mekanisme pertahanan yang membantu para pengidapnya mencegah stres dan melindungi diri dari perasaan sakit hati.
Hal ini karena penderita gangguan avoidant personality disorder memiliki pola pikir dan perilaku yang telah tertanam selama bertahun-tahun. Tidak sedikit juga penderita avoidant personality disorder yang merasa bahwa dirinya tidak membutuhkan penanganan.
Jika tidak ditangani dengan baik, Seorang penderita avoidant personality disorder akan bisa lebih berisiko untuk mengalami berbagai masalah psikologis lainnya, seperti depresi, serangan panik, agorafobia, atau keinginan untuk bunuh diri.
Untuk mengatasi gangguan ini, Para penderita gangguan kepribadian ini perlu penanganan dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater agar bisa melakukan psikoterapi termasuk terapi perilaku kognitif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
