
Bahaya kekurangan vitamin A pada Tubuh./Sumber foto: freepik/yarunivstudio
JawaPos.com - Vitamin A merupakan vitamin yang terdiri dari beberapa senyawa yang larut dalam lemak, termasuk retinol, retinal, dan ester retinil. Jadi, vitamin A sebenarnya bukanlah satu nutrisi saja.
Terdapat dua bentuk vitamin A yang ada dalam makanan. Pertama, vitamin A yang sudah terbentuk, seperti retinol dan ester retinil, yang hanya ditemukan dalam produk hewani seperti susu, hati, dan ikan.
Kedua, yakni provitamin A karotenoid yang banyak terdapat dalam makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, dan minyak.
Untuk menggunakan kedua bentuk vitamin A ini, tubuh Anda harus mengubahnya menjadi bentuk aktif, yaitu retinal dan asam retinoat.
Karena vitamin A larut dalam lemak, tubuh menyimpannya dalam jaringan untuk digunakan di kemudian hari.
Sebagian besar cadangan vitamin A berada di dalam organ hati dalam bentuk ester retinil. Ester retjnil ini kemudian dipecah menjadi all-trans-retinol, yang kemudian diangkut oleh protein khusus dalam darah sehingga tubuh Anda bisa menggunakannya.
Lalu, apa yang akan terjadi jika seorang individu mengalami kekurangan vitamin A?
Dilansir dari Healthline pada Rabu (6/3), kekurangan vitamin A sering terjadi di negara berkembang.
Baca Juga: Menjadi Sumber dari Vitamin C dan Vitamin A, Simak 8 Manfaat Tomat untuk Kesehatan
Ini disebabkan oleh akses terbatas terhadap makanan yang kaya akan vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah serius dalam tubuh.
Menurut World Health Organization (WHO), kekurangan vitamin A adalah penyebab utama kebutaan yang terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.
Selain itu, kekurangan vitamin A juga membuat kita lebih rentan terhadap penyakit seperti campak dan diare, yang bisa berujung pada kematian.
Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko anemia dan kematian pada wanita hamil serta memberi dampak negatif kepada janin dengan melambatkan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Adapun gejala kekurangan vitamin A dapat terlihat pada masalah di area kulit seperi hiperkeratosis dan jerawat.
Beberapa kelompok yang berisiko tinggi untuk kekurangan vitamin A diantaranya yakni bayi yang lahir prematur, orang dengan fibrosis kistik, dan wanita hamil atau menyusui di negara membangun.
Baca Juga: Tak Hanya Baik untuk Mata, Vitamin A Juga Bermanfaat Bagi Kesuburan, Simak Manfaatnya dalam Daftar Berikut
Namun, Anda tak perlu khawatir, terdapat banyak sumber makanan yang mengandung karotenoid provitamin A dan vitamin A yang sudah terbentuk sebelumnya.
Vitamin A yang terbentuk sebelumnya lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh Anda, dibandingkan dengan sumber-sumber makanan yang mengandung karotenoid provitamin A.
Adapun, makanan yang paling tinggi vitamin A yang sudah terbentuk sebelumnya seperti kuning telur, hati, mentega, minyak hati ikan kod, hati ayam, salmon, keju cheddar, ikan tenggiri, dan trout.
Adapun, makanan yang tinggi karotenoid provitamin A seperti beta karoten diantaranya yakni ubi, labu, wortel, kubis, bayam, dan pepaya.
***

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
