ilustrasi jalan kaki
JawaPos.com - Jalan cepat meski berlangsung dalam waktu singkat rupanya menawarkan berbagai manfaat tambahan bagi kesehatan seseorang.
Belakangan fitur pelacak langkah mulai umum digunakan untuk menghitung jumlah langkah yang kita ambil dalam sehari. Akan tetapi, sulit untuk mengetahui bagaimana dampaknya bagi kesehatan atau apakah jumlah langkah yang dihasilkan punya pengaruh bagi kesehatan.
Melansir situs The New York Times, sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine dan JAMA Neurology mengungkapkan bahwa 9800 langkah sehari memberikan tingkat perlindungan maksimal bagi tubuh.
Baca Juga: Wow! Jalan Kaki 8.200 Langkah Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Kronis, Simak Penjelasannya
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 78.500 orang dengan usia rata-rata 61 tahun dengan bantuan pelacak aktivitas. Data yang telah diperoleh tersebut selanjutnya dianalisa untuk mengetahui kondisi kesehatan partisipan dalam jangka waktu enam hingga delapan tahun.
Jalan cepat dengan 80 hingga 100 langkah per menit yang dilakukan sekitar 30 menit sehari, dibandingkan berjalan dengan jumlah langkah yang sama dengan kecepatan lambat memiliki pengaruh berbeda. Hasilnya, jalan cepat mampu mencegah risiko penyakit jantung, kanker, demensia dan kematian.
Diketahui orang yang berjalan cepat memiliki persentase 35 persen lebih rendah untuk penurunan risiko kematian dengan, 25 persen lebih rendah untuk kemungkinan terkena penyakit jantung dan kanker, serta 30 persen lebih rendah untuk risiko terserang demensia.
Sebagai gambaran, dampak kesehatan ini dirasakan oleh seseorang yang telah melakukan total langkah harian sebanyak 2.400 hingga 3000 langkah.
Menurut Matthew Ahmadi seorang peneliti di Universitas Sydney yang turut dalam studi tersebut mengungkapkan bahwa jalan cepat ini tidak harus selalu dilakukan dalam 30 menit secara berturut-turut.
“Jalan cepat ini bisa dilakukan dengan waktu singkat selama terus dilakukan dalam sepanjang hari,” ungkapnya.
Di sisi lain, tidak cukup penelitian yang menunjukkan perbedaan manfaat antara jalan cepat dan olahraga lari. Keduanya sama-sama memberikan hasil kesehatan yang baik dibandingkan kecepatan rata-rata yang lebih lambat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
