
Ilustrasi cek kadar gula darah. Sumber: xb100/freepik.com
JawaPos.com - Dokter Spesialis Anak Ghaisani Fadiana, Sp.A (K) mengimbau kepada orang tua agar lebih waspada terhadap kemungkinan diabetes tipe 1 pada sang buah hati.
Dikutip dari Antara, Selasa (21/11), dr Ghaisani menyampaikan yang bisa dikenali dari tanda-tanda berikut, yakni sering mengompol dan cepat lapar.
“Kalau misalnya anak-anak sudah melalui toilet training (latihan buang air), kemudian ada kejadian mengompol lagi yang cukup sering, itu harus diwaspadai,” kata dokter spesialis anak divisi endokrinologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta tersebut.
Dalam sebuah diskusi daring, Ghaisani menekankan kepada orang tua pentingnya melakukan pemantauan jika anak sering mengompol.
Selain itu, dia menyarankan untuk memerhatikan gejala-gejala lain yang dapat mengindikasikan adanya diabetes, seperti tingginya frekuensi buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, cepat lapar, penurunan berat badan, kelelahan, dan infeksi berulang.
“Kalau misalnya ada gejalanya, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Ghaisani.
Dia mengatakan, anak yang mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk memastikan kemungkinan adanya diabetes tipe 1. Pemeriksaan gula darah akan dilakukan oleh dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Baca Juga: Waspada Konsumsi Jamu dan Obat Herbal Mengandung Steroid Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes
“Itu untuk diabetes melitus tipe 1,” kata Ghaisani.
Dia juga menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat terkait kemungkinan anak-anak terkena diabetes.
Terdapat anggapan bahwa diabetes umumnya hanya menyerang pada usia lanjut, sehingga kurangnya kewaspadaan dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penanganan diabetes tipe 1 pada anak.
“DM tipe 1 paling banyak diketahui ketika sudah kondisi lanjut, jadi, kondisi yang berat,” kata Ghaisani.
Ghaisani mengungkapkan kondisi berat yang dialami anak-anak seringkali mendapat keluhan sesak napas, penurunan kesadaran, nyeri perut, bahkan hingga kejang.
Hal-hal tersebut, kata dia, terjadi karena anak-anak diabetes melitus tipe 1 diketahuinya sudah dalam kondisi berat.
Diabetes melitus tipe 1 diakibatkan oleh kerusakan atau kegagalan organ pankreas sehingga tidak bisa menghasilkan insulin.
Dia menandaskan pentingnya meningkatkan tingkat kewaspadaan melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Dengan begitu, kondisi diabetes tipe 1 dapat terdeteksi lebih dini, sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini untuk menghindari kondisi berat yang dapat membahayakan anak.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
