JawaPos.com - Kebiasaan mengonsumsi jamu dan obat-obatan herbal sebagai upaya menjaga kesehatan seringkali dilakukan oleh masyarakat. Namun, masyarakat perlu waspada terhadap ramuan herbal yang mengandung steroid.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes dr. Farid Kurniawan, SpPD, PhD mengatakan bahwa penggunaan steroid dalam jamu dan obat herbal dapat menjadi pemicu berbagai jenis penyakit, termasuk diabetes.
“Kalau jamu beneran sih masih oke, masih bagus. Yang menjadi masalah adalah kalau jamunya ini dicampur dengan obat namanya steroid,” ujar dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo tersebut di Jakarta.
Dalam sebuah diskusi daring pada Senin (20/11), Farid mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis-jenis obat yang termasuk sebagai steroid, seperti prednison dan dexamethasone.
Prednison sendiri memiliki efek anti-inflamasi, antialergi, dan imunomodulator. Sedangkan dexamethasone digunakan untuk mengurangi proses peradangan dan alergi pada tubuh atau gangguan kekebalan tubuh (autoimun).
Dikutip dari ANTARA, dia juga menjelaskan bahwa steroid ini seringkali dicampurkan ke dalam jamu atau obat herbal untuk memberikan efek tubuh yang terasa enak.
Baca Juga: Waspada! Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang pada Sore hingga MalamMeskipun efek sugesti ini mungkin membuat orang merasa segar setelah mengonsumsi jamu, Farid Kurniawan mengungkapkan penggunaan jangka panjang dapat membawa risiko, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko diabetes.
“Orang-orang yang memiliki faktor risiko diabetes, seperti obesitas, riwayat diabetes pada kehamilan sebelumnya, atau memiliki keluarga yang diabetes, dapat mengalami peningkatan kadar gula darah akibat konsumsi jamu atau obat herbal yang mengandung steroid,” ujarnya.
Peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh obat dapat mengakibatkan diabetes tipe lain, sehingga tubuh tidak mampu mengolah glukosa atau gula darah dengan baik. Tentunya ini berbeda dengan diabetes yang disebabkan oleh kerusakan pada pankreas atau gangguan kerja hormon insulin.
Farid menekankan bahwa efek samping steroid tidak hanya terbatas pada diabetes, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai hormon di dalam tubuh. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat herbal dan jamu, serta memahami kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
“Jangan sampai karena kekhawatiran terhadap obat kimia, masyarakat malah tanpa sadar mengonsumsi campuran obat-obatan herbal dan jamu yang mungkin membawa risiko kesehatan,” jelas dokter spesialis penyakit dalam.