Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 22.57 WIB

7 Kebiasaan Orang yang Hanya Memikirkan Dirinya Sendiri, Bisa Menguras Emosi Orang Lain

seseorang yang terlalu mementingkan diri sendiri. (Freepik/bilahata)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa bertemu dengan orang yang cenderung mengutamakan kepentingannya sendiri. Mereka berharap orang lain memahami perasaannya, tetapi belum tentu bersedia memberikan perhatian yang sama ketika orang lain membutuhkan dukungan.

Sikap tersebut dapat membuat hubungan terasa berat sebelah. Ketika keinginan pribadi selalu menjadi prioritas, perbedaan pendapat mudah berubah menjadi pertengkaran dan kebutuhan orang lain berisiko diabaikan. Jika berlangsung terus-menerus, pola ini dapat mengganggu keharmonisan hubungan pertemanan, keluarga, maupun pasangan.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh perilaku yang kerap dikaitkan dengan ketidakdewasaan emosional pada orang yang terlalu berpusat pada dirinya sendiri. Meski demikian, perilaku-perilaku ini tidak serta-merta membuktikan seseorang memiliki masalah psikologis tertentu. Konteks, kebiasaan, dan cara seseorang memperlakukan orang lain secara konsisten tetap perlu diperhatikan.

1. Selalu Berusaha Menjadi Pusat Perhatian

Sebagian orang merasa tidak nyaman ketika perhatian di sekitarnya beralih kepada orang lain. Mereka ingin pendapatnya didengar, pencapaiannya diakui, dan keberadaannya selalu diperhitungkan dalam berbagai situasi.

Ketika tidak memperoleh perhatian seperti yang diharapkan, mereka mungkin menunjukkan kekecewaan secara berlebihan atau berusaha mengembalikan sorotan kepada dirinya sendiri. Akibatnya, percakapan yang seharusnya berlangsung dua arah justru lebih banyak berpusat pada satu pihak.

Keinginan untuk mendapatkan pengakuan sebenarnya merupakan hal yang manusiawi. Namun, jika penghargaan dari orang lain menjadi satu-satunya sumber rasa percaya diri, seseorang bisa kesulitan menghargai kebutuhan dan pencapaian orang lain secara seimbang.

2. Enggan Mengakui Kesalahan

Mengakui kekeliruan bukan perkara mudah bagi setiap orang. Akan tetapi, seseorang yang belum mampu mengelola emosinya dengan baik mungkin akan berusaha keras menghindari tanggung jawab ketika melakukan kesalahan.

Alih-alih meminta maaf, ia bisa mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau menganggap orang lain sebagai penyebab utama masalah. Dalam beberapa situasi, ia bahkan mengalihkan pembicaraan agar kesalahannya tidak lagi menjadi perhatian.

Padahal, mengakui kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar dan memperbaiki hubungan. Kedewasaan emosional terlihat ketika seseorang bersedia menerima masukan, memahami dampak tindakannya, dan berusaha agar kesalahan serupa tidak terulang.

3. Kesulitan Memahami Perasaan Orang Lain

Empati merupakan kemampuan untuk mencoba memahami perasaan dan sudut pandang orang lain. Tanpa kemampuan ini, seseorang dapat terlalu sibuk memikirkan pengalamannya sendiri hingga mengabaikan apa yang sedang dirasakan orang di sekitarnya.

Contohnya, ketika seorang teman sedang menghadapi masalah, ia justru membandingkan keadaan tersebut dengan pengalaman pribadinya atau langsung memberikan penilaian tanpa mendengarkan cerita secara utuh.

Memahami orang lain tidak selalu berarti harus setuju dengan semua pendapatnya. Hal terpenting adalah memberikan ruang bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan tanpa langsung diremehkan atau dihakimi.

Jika seseorang terus-menerus mengabaikan perasaan orang lain, hubungan yang terjalin bisa kehilangan rasa saling percaya dan dukungan emosional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore