Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 04.59 WIB

Jangan Mudah Terjebak! 8 Taktik Manipulasi yang Bisa Menguras Emosi

tanda kebiasaan orang yang manipulatif dan suka dominasi. (Freepik/ azerbaijan_stockers) - Image

tanda kebiasaan orang yang manipulatif dan suka dominasi. (Freepik/ azerbaijan_stockers)

JawaPos.com – Perilaku manipulatif tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan kasar atau perkataan yang menyakitkan. Dalam banyak situasi, upaya mengendalikan orang lain justru muncul lewat kebiasaan sederhana yang kerap luput dari perhatian.

Seseorang yang manipulatif dapat menggunakan emosi, kata-kata, hingga situasi tertentu untuk memengaruhi keputusan orang lain demi memenuhi kepentingannya sendiri. Jika berlangsung terus-menerus, perilaku tersebut bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan kesulitan menentukan pilihan secara mandiri.

Oleh karena itu, memahami ciri-ciri manipulasi menjadi langkah penting untuk menjaga batasan diri dan membangun hubungan yang lebih sehat. Dengan mengenali pola perilakunya, seseorang dapat lebih berhati-hati dalam menghadapi tekanan emosional dari lingkungan sekitar.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat delapan kebiasaan yang dapat menjadi tanda seseorang berusaha memanipulasi atau mendominasi orang lain. Berikut penjelasannya.

1. Memanfaatkan Rasa Bersalah untuk Memenuhi Keinginan

Salah satu perilaku yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membuat orang lain merasa bersalah ketika keinginannya tidak dipenuhi. Individu dengan pola ini dapat menggunakan ungkapan yang membuat seseorang merasa tidak enak hati saat menolak permintaan atau memiliki pendapat berbeda.

Akibatnya, seseorang mungkin memilih mengalah bukan karena benar-benar setuju, melainkan demi menghindari konflik dan menghilangkan rasa bersalah yang muncul.

Jika hal ini terus berulang, penting untuk mengevaluasi situasi dengan lebih objektif. Tidak semua penolakan merupakan tindakan egois, dan setiap orang berhak memiliki batasan tanpa harus merasa bersalah secara berlebihan.

2. Terus-Menerus Menempatkan Diri sebagai Korban

Orang dengan kecenderungan manipulatif terkadang menggambarkan dirinya sebagai pihak yang selalu dirugikan dalam berbagai keadaan. Mereka dapat menceritakan kesulitan yang dialami untuk memperoleh simpati atau mendorong orang lain memenuhi kebutuhannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika pola tersebut terus berulang, terutama jika mereka selalu menyalahkan orang lain dan tidak bersedia mengakui kontribusinya terhadap masalah yang terjadi.

Sikap empati tetap diperlukan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan. Namun, penting pula membedakan antara orang yang benar-benar membutuhkan dukungan dan perilaku yang berulang kali menggunakan rasa iba untuk mengendalikan keputusan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore