
seseorang yang lebih memilih tidak pergi ke dokter. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com – Tidak semua orang merasa nyaman ketika harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebagian justru memilih mengabaikan gejala yang muncul, menunda konsultasi medis, atau menghindari pemeriksaan karena khawatir mengetahui diagnosis yang sebenarnya.
Bagi orang lain, sikap tersebut mungkin sulit dipahami. Padahal, mengetahui kondisi kesehatan sejak dini dapat membantu seseorang memperoleh penanganan yang sesuai. Namun, bagi mereka yang memiliki ketakutan tertentu, proses mencari tahu kondisi tubuh justru bisa memicu kecemasan.
Dalam sudut pandang psikologi, kebiasaan menghindari pemeriksaan medis dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari ketakutan terhadap hasil diagnosis hingga pengalaman buruk di masa lalu. Cara seseorang menghadapi ketidakpastian dan memahami kondisi dirinya juga bisa memengaruhi keputusan untuk mencari pertolongan.
Dilansir dari laman Geediting, terdapat tujuh karakteristik psikologis yang mungkin berkaitan dengan kecenderungan seseorang menghindari dokter. Meski demikian, karakteristik ini bukan diagnosis kepribadian dan tidak berarti semua orang yang menunda pemeriksaan memiliki alasan yang sama.
Sebagian orang memilih tidak memeriksakan diri karena merasa takut terhadap kemungkinan hasil pemeriksaan. Mereka mungkin membayangkan diagnosis yang serius, pengobatan yang panjang, atau perubahan besar dalam kehidupan setelah mengetahui kondisi kesehatannya.
Dalam psikologi, pola menghadapi tekanan dengan menjauh dari sumber kecemasan dikenal sebagai avoidance coping. Seseorang berusaha mengurangi ketidaknyamanan emosional dengan menghindari situasi yang dianggap mengancam.
Misalnya, ketika merasakan gejala tertentu, seseorang berpikir bahwa lebih baik tidak mengetahui penyebabnya daripada harus terus memikirkan kemungkinan penyakit yang menakutkan.
Keputusan tersebut mungkin membuatnya merasa lega untuk sementara waktu. Namun, kecemasan belum tentu benar-benar hilang karena ketidakpastian mengenai kondisi kesehatan masih ada.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan menghindar dapat membuat seseorang menunda penanganan yang sebenarnya diperlukan. Mengakui rasa takut dan mencari informasi medis yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk menghadapinya.
Ada orang yang menganggap kondisi kesehatan sepenuhnya bergantung pada takdir, keberuntungan, atau faktor lain di luar kendalinya. Mereka mungkin berpikir bahwa jika memang akan sakit, pemeriksaan tidak akan banyak mengubah keadaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022