
Ilustrasi menghibur orang yang sedang sedih/Magnific
JawaPos.com-Validasi bisa berubah menjadi candu saat seseorang tersebut mengalami insecure.
Orang yang merasa insecure selalu membutuhkan kepastian orang-orang disekitarnya untuk merasa aman dan lebih baik.
Mulai dari kehidupan pribadi, penampilan, sampai pada hubungan percintaan. Mereka terus mencari validasi eksternal untuk meyakinkan diri bahwa mereka sudah cukup baik, layak dicintai, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Namun, tanpa disadari kebiasaan mengais validasi dapat menguras energi secara emosional, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Kepastian dan pujian yang diterima berkali-kali hanya memberikan kelegaan sementara, bahkan akhirnya akan terasa hampa.
Berdasarkan informasi dari laman aconsciousrethink yang dikutip pada (14/10) berikut tujuh alasan psikologis mengapa seseorang yang insecure terus mencari pujian dan validasi orang lain.
Merasa tidak pantas mendapatkan kesuksesan
Bagi seseorang insecure, pujian mereka anggap sebagai penilaian atas harga diri. Masalahnya, pujian hanya memberikan kelegaan sementara dan bukan sesuatu yang benar-benar mereka yakini. Penilaian itu kemudian mereka lakukan untuk membandingkan diri dengan setiap kesalahan, keraguan, dan kecemasan yang muncul setiap hari.
Terlalu kritis pada diri sendiri
Suara hati yang muncul dari sikap kritis terhadap diri sendiri, mendorong seseorang untuk terus mencari validitas eksternal. Pikiran negatif tersebut digunakan untuk mencari kepastian dari orang lain supaya merasa bahwa diri sendiri merasa baik-baik saja.
Pernah diabaikan
Faktor ketiga terjadi karena perasaan anda sering diabaikan, dianggap sepela, dan arang diperhatikan. Akibatnya, anda terlalu sering mencari penilaian orang lain untuk mengetahui apakah reaksi anda ini sebagai suatu keadaan yang wajar.
Trauma masa lalu
Respons mengais validasi berkembang saat mengikuti keinginan orang lain dianggap sebagai pilihan yang paling aman. Anda tidak belajar menerima keadaan, menghindari konflik, memenuhi kebutuhan orang lain, sampai menjaga persetujuan orang lain untuk menghindari risiko buruk yang muncul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022