Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 20.02 WIB

7 Alasan Psikologis Kenapa Orang Insecure Selalu Membutuhkan Validasi dari Orang Lain

Ilustrasi menghibur orang yang sedang sedih/Magnific - Image

Ilustrasi menghibur orang yang sedang sedih/Magnific

JawaPos.com-Validasi bisa berubah menjadi candu saat seseorang tersebut mengalami insecure.

Orang yang merasa insecure selalu membutuhkan kepastian orang-orang disekitarnya untuk merasa aman dan lebih baik.

Mulai dari kehidupan pribadi, penampilan, sampai pada hubungan percintaan. Mereka terus mencari validasi eksternal untuk meyakinkan diri bahwa mereka sudah cukup baik, layak dicintai, dan mampu mengambil keputusan yang tepat. 

Namun, tanpa disadari kebiasaan mengais validasi dapat menguras energi secara emosional, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Kepastian dan pujian yang diterima berkali-kali hanya memberikan kelegaan sementara, bahkan akhirnya akan terasa hampa. 

Berdasarkan informasi dari laman aconsciousrethink yang dikutip pada (14/10) berikut tujuh alasan psikologis mengapa seseorang yang insecure terus mencari pujian dan validasi orang lain.

Bagi seseorang insecure, pujian mereka anggap sebagai penilaian atas harga diri. Masalahnya, pujian hanya memberikan kelegaan sementara dan bukan sesuatu yang benar-benar mereka yakini. Penilaian itu kemudian mereka lakukan untuk membandingkan diri dengan setiap kesalahan, keraguan, dan kecemasan yang muncul setiap hari.

Suara hati yang muncul dari sikap kritis terhadap diri sendiri, mendorong seseorang untuk terus mencari validitas eksternal. Pikiran negatif tersebut digunakan untuk mencari kepastian dari orang lain supaya merasa bahwa diri sendiri merasa baik-baik saja. 

Faktor ketiga terjadi karena perasaan anda sering diabaikan, dianggap sepela, dan arang diperhatikan. Akibatnya, anda terlalu sering mencari penilaian orang lain untuk mengetahui apakah reaksi anda ini sebagai suatu keadaan yang wajar.

Respons mengais validasi berkembang saat mengikuti keinginan orang lain dianggap sebagai pilihan yang paling aman. Anda tidak belajar menerima keadaan, menghindari konflik, memenuhi kebutuhan orang lain, sampai menjaga persetujuan orang lain untuk menghindari risiko buruk yang muncul.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore