
tanda kebiasaan orang yang manipulatif dan suka dominasi. (Freepik/ azerbaijan_stockers)
JawaPos.com – Perilaku manipulatif tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan kasar atau perkataan yang menyakitkan. Dalam banyak situasi, upaya mengendalikan orang lain justru muncul lewat kebiasaan sederhana yang kerap luput dari perhatian.
Seseorang yang manipulatif dapat menggunakan emosi, kata-kata, hingga situasi tertentu untuk memengaruhi keputusan orang lain demi memenuhi kepentingannya sendiri. Jika berlangsung terus-menerus, perilaku tersebut bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan kesulitan menentukan pilihan secara mandiri.
Oleh karena itu, memahami ciri-ciri manipulasi menjadi langkah penting untuk menjaga batasan diri dan membangun hubungan yang lebih sehat. Dengan mengenali pola perilakunya, seseorang dapat lebih berhati-hati dalam menghadapi tekanan emosional dari lingkungan sekitar.
Dilansir dari Geediting.com, terdapat delapan kebiasaan yang dapat menjadi tanda seseorang berusaha memanipulasi atau mendominasi orang lain. Berikut penjelasannya.
Salah satu perilaku yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membuat orang lain merasa bersalah ketika keinginannya tidak dipenuhi. Individu dengan pola ini dapat menggunakan ungkapan yang membuat seseorang merasa tidak enak hati saat menolak permintaan atau memiliki pendapat berbeda.
Akibatnya, seseorang mungkin memilih mengalah bukan karena benar-benar setuju, melainkan demi menghindari konflik dan menghilangkan rasa bersalah yang muncul.
Jika hal ini terus berulang, penting untuk mengevaluasi situasi dengan lebih objektif. Tidak semua penolakan merupakan tindakan egois, dan setiap orang berhak memiliki batasan tanpa harus merasa bersalah secara berlebihan.
Orang dengan kecenderungan manipulatif terkadang menggambarkan dirinya sebagai pihak yang selalu dirugikan dalam berbagai keadaan. Mereka dapat menceritakan kesulitan yang dialami untuk memperoleh simpati atau mendorong orang lain memenuhi kebutuhannya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika pola tersebut terus berulang, terutama jika mereka selalu menyalahkan orang lain dan tidak bersedia mengakui kontribusinya terhadap masalah yang terjadi.
Sikap empati tetap diperlukan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan. Namun, penting pula membedakan antara orang yang benar-benar membutuhkan dukungan dan perilaku yang berulang kali menggunakan rasa iba untuk mengendalikan keputusan orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022